Mijn Roots Mencari Orang Tua Kandung: Menemukan Rumah dan Kuburan Sarikem (6)

Mijn Roots Mencari Orang Tua Kandung: Menemukan Rumah dan Kuburan Sarikem (6)

Bob Schellens merekam pembicaraan ibu-ibu di Asem Jajar. Di gang sempit itu pernah ada anak yang diadopso ke Jerman., Rabu, 3 Agustus 2022-Abimanyu Ardiansyah/Harian Disway-


Selain alamat ibu kandung, Bob juga menyimpan beberapa nama penting. Mereka adalah notaris, dokter yang menanganinya ketika lahir, hingga para saksi di surat notaris. Salah satunya Sarikem yang beralamat di Asem Jajar VI Nomor 29.

--

Akta pengakuan anak dari notaris Alfian Yahya adalah modal pencarian paling valid dan lengkap yang dimiliki Bob Schellens. Dari surat itu, ia tahu nama ibunya: Herlina Zainuddin. Beralamat di Kapas Krampung Nomor 98.

Ada juga alamat sang notaris di Jalan Perak Timur Nomor 278. Bob dan tim Mijn Roots sudah menelusuri keberadaan sang notaris. Namun, ia sudah pensiun. Maklum, surat itu dibikin pada 3 Maret 1981. 

Dalam akta tersebut terdapat dua saksi: Nyonya Martha Kaitonda dan Nyonya Sarikem. Alamat mereka tertulis sangat jelas. Kami berangkat dari Disway News House, Rabu, 3 Agustus 2022, dengan naik sepeda motor pukul 14.00.

Tujuan pertama adalah rumah Sarikem di Jalan Asem Jajar Makam VI Nomor 29. Di Google Map, alamat itu sudah tidak ditemukan. Yang ada Asem Jajar Gang 6.

Setelah 10 menit perjalanan, kami tiba di lokasi. Motor harus dituntun karena masuk gang sempit. Mobil tak bisa masuk. Rumah-rumah dengan lebar 3–4 meter berimpitan di kawasan padat penduduk itu.

Dua pria lanjut usia duduk di bangku sedang bercengkerama. Salah satunya bertelanjang dada. Satu lagi pakai singlet putih yang sudah pudar warnanya. Kami langsung menghampiri mereka dengan asumsi, orang sepuh pasti tahu banyak hal tentang kampungnya.


Dua sesepuh Kampung Asem Jajar tak mengenal Sarikem yang sedang dicari Bob Schellens.-Abimanyu Ardiansyah/Harian Disway-

Apakah mereka mengenal Sarikem yang tinggal di rumah nomor 29? Keduanya saling memandang. Bob mengeluarkan kameranya dan langsung merekam percakapan mereka. Penduduk sekitar jadi penasaran. Jarang-jarang ada wartawan masuk kampung mereka. 

Rupanya, dua orang itu tak mengenal Sarikem. Juga, tak tahu di mana letak rumah nomor 29 itu. Datang lagi seorang pria. Usianya masih 40-an. Asli dan lahir di Asem Jajar. Seumur dengan Bob.

Katanya, gang 6 bukan di tempat kami berdiri. Letaknya ada di dekat perempatan. Masuk lagi ke gang yang lebih sempit. Cuma cukup untuk satu sepeda motor. ”Jalan kaki ae. Dekat sini, kok,” katanya dengan bahasa campuran Jawa dan Indonesia.

Kami menitipkan sepeda motor di salah satu rumah warga. Setelah berjalan sekitar 30 meter, kami sampai di gang 6. Pria itu berbicara cukup lantang. Makin banyak warga yang berkumpul. ”Onok wong Londo nggoleki ibuke (Ada orang Belanda mencari ibunya, Red),” ucap pria itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: