Wushu artikel

Empat Prodi Sarjana Terapan Unair Raih Competitive Fund Vokasi 2022

Empat Prodi Sarjana Terapan Unair Raih Competitive Fund Vokasi 2022

Dekan Fakultas Vokasi Unair Prof Anwar Ma'aruf dalam konferensi pers, Senin, 19 September 2022-Julian Romadhon-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menorehkan prestasi lagi. Empat program studi (prodi) di jenjang sarjana terapan berhasil meraih Competitive Fund Vokasi 2022 dari Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbud.

 

Empat prodi itu adalah Destinasi Pariwisata, Pengobat Tradisional, Perbankan dan Keuangan, serta Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol (TRIK). Semuanya mendapat hibah untuk meningkatkan kompetensi. 

 

Diharapkan kemampuan para alumni semakin relevan dengan kebutuhan industri mulai dari tingkat teknisi hingga manajerial. “Sebab, ke depan nanti semua jenjang di pendidikan vokasi akan bergeser,” kata Dekan Fakultas Vokasi Unair Prof Anwar Ma’aruf.

 

Posisi jenjang Diploma-3 bakal digantikan oleh Diploma-2 Fast Track, yakni lulusan SMA yang mengikuti program vokasi selama setahun. Sedangkan Diploma-3 akan diarahkan ke Sarjana Terapan, bukan Diploma-4 lagi.

 

Nah, hibah dari Competitive Fund 2022 itu bakal digunakan untuk mengembangkan sumber daya manusia. Baik dosen maupun mahasiswa. Tentu merancang kurikulum yang punya konsep link and match dengan dunia industri dan kerja (iduka).

 

“Jadi setiap mahasiswa nanti memang belajar ilmu yang langsung bisa diterapkan ke masyarakat. Sehingga kompetensi mereka kemungkinan selevel dengan manajer,” sambung Anwar. 


Mahasiswa Prodi Pengobat Tradisional Sarjana Terapan sedang menjalani praktik terapi di ruang praktikum-Julian Romadhon-

 

Apa yang dikerjakan mahasiswa vokasi di kampus, itulah yang bakal menjadi produk mereka. Begitu lulus, mereka bisa langsung difungsikan di perusahaan tanpa perlu training lagi.

 

Hingga kini, Fakultas Vokasi Unair memiliki 19 prodi. Dari jumlah itu, 10 prodi sudah bertransformasi ke jenjang sarjana terapan. Sementara yang lain masih tengah diproses. “Tapi, tidak semua D-3 bisa ditransformasikan ke sarjana terapan,” ungkap Wakil Dekan III Novianto Edi Suharno.

 

Di antaranya, seperti D-3 Teknisi Perpustakaan, D-3 Keperawatan, dan D-3 Bahasa Inggris. Ketiga prodi vokasi itu telah menyesuaikan kebutuhan pasar. Dan belum bisa dialihkan ke sarjana terapan lantaran belum ada naskah akademik untuk pembedanya. 

 

Novianto mengatkan, empat prodi Competitive Fund Vokasi 2022 itu mendapat kucuran dana yang beda-beda. Prodi Pengobat Tradisional mengjaukan proposal skema D mendapat dana sebesar Rp 499 juta.

 

Prodi Destinasi Pariwisata dan TRIK mengajukan proposal skema C. masing-masing mendapat kucuran dana sebesar Rp 279 juta. “Semua dana itu digunakan untuk pelatihan pengembangan SDM, pelatihan AMDAL, pemantauan lingkungan, dan FGD,” katanya. (*)

 

Sumber: