Wushu artikel

Sumbang Emas Untuk Jatim, Rainer Targetkan Juara Dunia Wushu

Sumbang Emas Untuk Jatim, Rainer Targetkan Juara Dunia Wushu

Rainer Reinaldi Ferdiansyah menunjukkan medali emas yang disumbangkan untuk Jatim di Graha Unesa Surabaya.-Miftahul Rozaq/Harian Disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Tubuh remaja 17 tahun itu masih gemetaran. Napasnya memburu kembang-kempis. Raut wajahnya campur antara senang dan bingung. Barangkali ia masih belum percaya pada sesuatu yang baru saja ia dapatkan.

Rainer Reinaldi Ferdiansyah, begitulah ia memperkenalkan dirinya. Remaja itu baru saja membawa pulang medali emas untuk Jatim pada hari pertama kompetisi di Graha Unesa, Minggu, 18 September 2022. 

Medali emas ia raih dalam kompetisi Sirkuit Nasional (Series) yang merupakan salah satu dari rangkaian turnamen Kejurnas Wushu Piala Presiden RI 2022.

“Bangga sekali. Karena bisa ngasih medali emas buat Jawa Timur,” ujar Rainer dengan riang.

Nilainya paling tinggi. Ia bersaing sangat sengit dengan Nabil, atlet asal Jabar. Pesaingnya berhasil mengumpulkan poin sebanyak 9.31.  Namun Rainer menang dengan hasil poin 9.45 pada level Junior A di nomor Taiji Jian.

Dalam penampilannya, Rainer bagaikan menari-nari dengan pedangnya. Musik latar Taiji Jian yang lambat dan meneduhkan, terasa jalin menjalin secara harmonis dengan gerakan mengayun-ayunkan pedang itu. 

“Aku suka wushu karena menurutku keren. Pertamanya karena nonton film-film kan kayak kelihatan keren-keren. Mereka bisa lompat sana, tendang sini, langsung terjang,” ujar Rainer menceritakan awal mulanya menyukai bela diri Wushu.

Film-film Jackie Chan adalah inspirasinya. Saya bisa mengerti. Melalui film-film bela dirinya, aktor berdarah Tionghoa itu memang selalu tampil sangar di depan kamera. Banyak orang juga yang telah terinspirasi olehnya. 

Rainer mulai berlatih Wushu saat usianya 7 tahun. Bela diri asal Tiongkok itu pertama kali ia tahu dari orang tuanya.

 “Pertama kali ikut Wushu itu diajak sama mama, sama papa,” kata Rainer. Dalam sepekan, remaja asal Surabaya itu sanggup berlatih tujuh hari penuh. Terlebih, ia juga melakoni latihan dua kali dalam sehari.

“Latihannya biasanya kalau sore pulang sekolah. Sekolahku kan dari pagi pulang siang. Jadi nggak mengganggu proses belajar di sekolah. Karena aku juga udah membagi-bagi waktunya,” terangnya.

Selain itu, tubuh Rainer begitu atletis dengan dukungan wajah yang tampan. Ia juga muncul di  video seremoni pembukaan Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022 pada Sabtu malam, 17 September 2022.

Dalam video pembukaan itu, dirinya turut andil menampilkan jurus-jurus Wushu. Gerakannya pun sama lihainya jika dibandingkan ketika ia berada di atas gelanggang kejuaraan. 

Kata Rainer, dirinya mengikuti syuting di 2 dari 4 lokasi yang digunakan sebagai tempat pengambilan gambar. “Aku ikut syuting yang pas di Bromo sama Ken Park Kenjeran. Untuk gerakannya gak ada latihannya. Langsung mempraktekkan jurus aja. Langsung mengalir,” kata Rainer.

Selain video pembukaan, seremoni itu juga menyajikan pertunjukkan kolosal yang melibatkan para atlet, seniman, animator, dan sineas asal Jatim. 

Rainer jadi salah satu atlet yang terlibat di sana. Pembukaan yang sengaja dibuat megah itu agar meninggalkan kesan tak terlupakan di benak semua yang hadir. 

Saat saya temui untuk wawancara, Rainer sebenarnya baru saja turun dari podium. Di lehernya  baru saja terkalung medali emas Sirkuit Nasional. 

Tak ingin senang sendirian, Rainer berkata jika kemenangannya itu ia persembahkan untuk orang-orang yang telah menemani perjuangannya selama ini. 

“Medali emas ini saya persembahkan buat pelatih saya sama kedua orang tua saya. Karena mereka yang peranannya paling besar,” ujarnya.

Tapi perjalanan masih belum usai. Euforia tak boleh berlarut-larut. Ia masih bakal menghadapi kejuaraan yang lebih besar. Nantinya ia akan dipersiapkan untuk ikut kejuaraan dunia di Tangerang akhir tahun. Saat saya tanya goal-nya di kompetisi yang akan datang, “Juara dunia!” ucapnya penuh optimisme. (Alva Reza)



 

Sumber: