KTT APEC: Jokowi Perkuat Keamanan Pangan, Xi Jinping Ajak Tolak Perang Dingin

KTT APEC: Jokowi Perkuat Keamanan Pangan, Xi Jinping Ajak Tolak Perang Dingin

PRESIDEN Jokowi, PM Papua Nugini James Marape, dan PM Kanada Justin Trudeau tiba di lokasi KTT APEC ke-29 di Bangkok, 18 November 2022. -Diego Azubel-Pool-AFP-

BANGKOK, HARIAN DISWAY - Usai perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Presiden Joko Widodo langsung terbang ke Bangkok, Thailand pada Kamis, 17 November 2022 lalu. Yakni untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) Ke-29.

Kemarin, Jokowi juga hadir di Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC (AELM) sesi pertama di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Jumat pagi 18 November 2022. Pada kesempatan itu, Jokowi menekankan pentingnya penguatan kerja sama konkret di bidang ekonomi.

Tentu saja sebagai rancangan untuk menghadapi berbagai krisis global. Mulai dari krisis pangan, energi, lingkungan, hingga ancaman resesi. “Dalam jangka pendek, kolaborasi mutlak diperlukan untuk atasi inflasi dan pastikan ketahanan pangan,” kata Jokowi.

Salah satunya, dengan mempercepat terwujudnya APEC Food Security Roadmap Towards 2030. Itu untuk memastikan ketahanan pangan melalui teknologi yang inovatif dan digitalisasi. Juga peningkatan produktivitas dan efisiensi sistem pangan, serta kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, kata Jokowi, ketersediaan pupuk dan pakan ternak sangat perlu diperhatikan. Terutama untuk mencegah krisis pangan yang akan berdampak pada lebih dari tiga miliar masyarakat. Sebagaimana sebelumnya yang ditekankan pada KTT G20 di Bali.

Jokowi pun membeber strategi jangka panjang. Bahwa semua negara anggota harus saling memperkuat kemitraan ekonomi digital dan ekonomi hijau. Tentu didorong dengan percepatan transformasi digital.

“Sejak pandemi manfaat ekonominya semakin dirasakan, mulai dari telemedisin, jasa antar makanan, pembayaran digital, hingga keterlibatan UMKM di marketplace," terang Jokowi. Yang harus dibangun lebih dulu adalah ekosistem ekonomi warga yang ramah bagi UMKM. Khususnya, start-up melalui penguatan keterampilan dan literasi digital.

Ekonomi hijau sangat efektif untuk pemulihan ekonomi kawasan. Bagi Jokowi, ekonomi hijau adalah masa depan ekonomi kawasan. Hingga kini, sudah lebih USD 90 miliar digunakan untuk membangun berbagai proyek hijau di APEC.

 “Untuk itu, saya menyambut baik inisiatif Thailand The Bangkok Goals for the Bio-Circular-Green Economy. Inisiatif ini akan membuka akses terhadap pembiayaan, teknologi, inovasi, dan penguatan kapasitas,” ungkap Jokowi.

 Dalam kesempatan yang sama, Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping turut angkat bicara. Xi Jinping fokus membahas soal posisi negara anggota dalam geopolitik global. Ia mengatakan, wilayah Asia-Pasifik tidak akan mendukung setiap upaya untuk mengobarkan "Perang Dingin baru". 

Xi Jinping lebih menyerukan kerja sama yang lebih dalam dan non-diskriminatif di antara negara-negara kawasan itu. Ia pun mendesak peningkatan konektivitas antar negara.

"Asia-Pasifik bukanlah halaman belakang siapapun dan tidak boleh menjadi arena kontes kekuatan besar. Tidak ada upaya untuk mengobarkan Perang Dingin baru yang akan diizinkan oleh rakyat atau zaman kita," katanya seperti yang dikutip dalam keterangan rilisnya. (Mohamad Nur Khotib)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: