Jalur Lahar Baru Semeru Lewati Permukiman

Jalur Lahar Baru Semeru Lewati Permukiman

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq meninjau Dusun Kajar Kuning yang terdampak erupsi.-Foto: Pemprov Jatim-

Itu membuat dusun tersebut ditetapkan statusnya menjadi zona merah sejak tahun lalu. Artinya, tak bisa lagi dihuni. Apalagi jaraknya hanya sekitar 13 kilometer dari kaki Semeru.

Liswanto juga menjelaskan kondisi terkini aktivitas Semeru. Kali terakhir awan panas guguran (APG) meluncur lagi pukul 11.30. Jarak luncurnya mencapai 6 kilometer. Cuma tak teramati secara visual. 

"Karena kabutnya juga sangat tebal. Hujan juga mulai turun cukup deras," ungkapnya. Hujan itu pun membuat jalur lahar banjir. Siklus itu akan terus berlangsung hingga curah hujan tak tinggi lagi.

Selain rumah, dua jembatan di Dusun Kajar Kuning juga terendam abu vulkanik. Termasuk jembatan baru yang menjadi akses alternatif ke Kabupaten Malang melalui Kecamatan Pronojiwo. 

"Dua kecamatan saat ini kondisinya masih belum aman," jelas Koordinator Bidang Huntara dan Sarpras Satgas Transisi Darurat Penanganan Bencana Erupsi Gunung Semeru Nugroho D Atmoko.

Rencananya, hari ini akan mulai dicicil perbaikan akses. Dua jembatan di Kajar Kuning bakal menjadi prioritas. Mengingat kondisi dua jembatan itu masih aman. Belum terputus. Hanya tertimbun abu tebal sekitar satu meter.


Kondisi Jembatan Gladak Perak yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang., 5 Desember 2022. -Foto: Julia Romadhon-Harian Disway-

Bahkan, sudah disiapkan beberapa alat berat siang kemarin. Tentu untuk mengeruk abu vulkanik yang makin padat itu. "Setelah itu, baru penanganan akses darurat lain," tambahnya. Yakni jalan penghubung  Lumajang-Malang melalui Besuk Lanang dan Besuk Kobokan. Akses itu dikenal sebagai "Cikali" oleh warga setempat. Kerap digunakan sejak jembatan Gladak Perak terputus akibat erupsi tahun lalu. 

Mengingat pengerjaan jembatan Gladak Perak juga terpaksa mundur. Sebetulnya, ditarget tuntas akhir tahun ini. "Kondisinya berubah. Kami perlu koordinasikan kembali targetnya," jelas Nugroho. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: