Habis AI Terbitlah AGI, Bikin Para Pakar Ketir-ketir

Habis AI Terbitlah AGI, Bikin Para Pakar Ketir-ketir

Ilustrasi robot dengan kecerdasan buatan-Alex Knight-pexels

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Dewasa ini dunia teknologi tengah dihebohkan dengan datangnya teknologi kecerdasan buatan alias AI. Sejak kemunculan ChatGPT dan segala jenis turunannya, perkembangan AI menjadi perhatian para pakar teknologi. 

Guna mendorong perkembangan AI ke jenjang yang lebih tinggi, para pakar dan perusahaan teknologi mulai mengalihkan ke Artificial General Intelligence (AGI) atau kecerdasan umum buatan. Konon, AGI adalah teknologi kecerdasan buatan tak ubahnya kecerdasan manusia. Bisa jadi lebih cerdas. Layaknya kecerdasan buatan di film The Matrix maupun Terminator.

AGI digambarkan sebagai sistem yang sangat otonom, mampu mengungguli manusia dalam pekerjaan apapun secara ekonomi. Begitulah yang dikatakan oleh OpenAI, perusahaan asal Amerika Serikat pelopor AI ChatGPT dan DALL.E 2. Kehadiran AGI diharapkan mampu memecahkan masalah dan melakukan hal-hal rumit sembari beradaptasi dengan lingkungannya. Sehingga, secara otonom teknologi AGI mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sendiri tak ubahnya manusia.

Kendati belum terwujud, beberapa pakar berpendapat kalau teknologi AGI mustahil tercapai. Namun, ada sejumlah pihak mengkhawatirkan adanya konsep teknologi AGI. Disinyalir AGI dapat menyaingi kecerdasan manusia, sehingga ditakutkan AGI mampu mengambil alih dunia layaknya di film The Matrix.

BACA JUGA:Cara Login WhatsApp for Web di HP

BACA JUGA:Ketika Jurnalis Digantikan Kecerdasan Buatan

CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan terdapat beberapa risiko besar yang kemungkinan dapat terjadi jika AGI terwujud. Hal-hal yang dikhawatirkan seperti penyalahgunaan teknologi AGI, gangguan kehidupan sosial manusia, dan kecelakaan yang meningkat mungkin saja terjadi kelak AGI terwujud dalam kurun waktu beberapa dekade mendatang.

"Kalau terwujud, dunia akan jadi begitu berbeda, serta risikonya bisa sangat besar. Jika AGI melebihi kecerdasan manusia, dapat menyebabkan kerusakan tatanan dunia. Bisa -bisa dunia kita diambil alih oleh mesin," jelas Altman.

Tidak mengherankan, mengingat konsep AGI membuat para pakar ketar ketir. Sejumlah prakiraan terburuk yang bisa terjadi sudah dipikirkan seperti:

  1. AGI dapat menggantikan semua pekerjaan manusia, berimbas pada PHK massal.
  2. AGI dapat menghancurkan pertahanan dunia maya negara lain.
  3. AGI yang tak terkontrol mampu mengambil alih suatu kota dan menghancurkan seisi penduduk tak ubahnya film Terminator.

Itu hanya segelintir dari kemungkinan buruk yang bisa terjadi apabila AGI terwujud. Dalam sebuah makalah, Robert Sparrow dari Monash University dan Adam Henschke dari University of Twente menyebut adanya skenario buruk yang bisa terjadi akibat teknologi AGI, muncul semacam kekhawatiran apakah AI diizinkan untuk mengambil alih pekerjaan manusia sebelum AGI benar-benar terwujud. Yang ditakutkan, kehadiran AGI mampu menggeser populasi manusia.

Menanggapi hal tersebut, Profesor Paul Salmon dari Queensland's University of the Sunshine Coast sepakat jika AGI dapat menimbulkan risiko eksistensial bagi manusia. Ia menyarankan kita untuk segera bertindak agar siap dengan kehadiran AGI beberapa dekade lagi.

Salmon menilai, jika kita mengkhawatirkan risiko yang mungkin terjadi ketika AGI sudah terwujud hal tersebut sudah terlambat. Makanya, ia menyarankan bagi para pengembang teknologi kecerdasan buatan untuk memahami bagaimanacara merancang AGI agar aman, etis, dan bisa digunakan dengan risiko seminimal mungkin. "Ini masalah bagaimana kita mengelola risiko dan mengendalikan (AGI) nantinya," jelas Salmon. (Radinka Daynara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: