AKBP Achiruddin Kian Berat

AKBP Achiruddin Kian Berat

Ilustrasi rekening AKBP Achiruddin Hasibuan diblokir. -Ilustrasi: Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Penganiayaan Aditya terhadap Ken Admiral di Medan disoroti Menko Polhukam Mahfud MD. ”Pemerintah dan Polri tidak tinggal diam,” katanya kepada pers, Kamis, 27 April 2023. ”Zaman sekarang kita tak bisa sembunyi.”

MAKSUDNYA, kasus ini ”sembunyi” empat bulan tiga hari. Kejadiannya Kamis, 22 Desember 2023. Namun, Aditya baru dijemput polisi dari rumahnya di Jalan Karya, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, untuk ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada Selasa, 25 April 2023.

Itu setelah video penganiayaan Aditya terhadap Ken viral di medsos. Jadi, tidak bisa sembunyi lagi.

Kalau sudah Mahfud (selaku ketua Kompolnas) yang bicara ke publik, mustahil suatu perkara tidak ditangani secara fair. Buktinya kasus Sambo, ketika Mahfud aktif mendorong penuntasan perkara.

Mahfud: ”Saya apresiasi kepada Kapolda Sumatera Utara Pak Panca Putra, sudah mengambil langkah-langkah hukum di kasus ini. Saya juga sudah mengirim tim ke Medan untuk mengawal proses hukum.”

Kasus itu telat diusut karena Aditya Hasibuan anak AKBP Achiruddin Hasibuan yang semula menjabat kepala Bagian Bin Ops Direktorat Narkoba, Polda Sumut. Setelah polisi melakukan pengusutan, jabatan Achiruddin dicopot. Ia juga dikurung di patsus (penempatan khusus). 

Achiruddin kini dalam proses penyidikan internal Polri. Proses itulah yang, antara lain, dikawal tim dari Kompolnas pimpinan Mahfud.

Ternyata kasus tersebut melebar. Warganet menemukan bahwa Achiruddin suka pamer motor gede (moge). Tapi, moge tidak masuk LHKPN (laporan harta kekayaan penyelenggara negara).

Lebih melebar lagi, polisi menduga, Achiruddin punya tempat pengoplosan solar bersubsidi di Jalan Guru Sinumba, Kecamatan Medan Helvetia, Medan. Lokasinya sekitar 300 meter dari rumah Achiruddin. 

Lokasi tersebut dikelilingi pagar seng bekas. Luasnya sekitar 500 meter persegi. Digerebek tim polisi Kamis siang. 

Gerbang terkunci. Polisi mendobrak. Begitu tim polisi masuk, di bagian gudang pertama terlihat dua tangki BBM berwarna biru dan hijau. Di sekitarnya ada enam tangki plastik yang diduga berisi solar.

Juga, ada slang yang diduga untuk memindahkan BBM dari tangki plastik ke tangki besi. Saat polisi masuk ruang sebelahnya, ada dua tangki besi lagi yang berkapasitas 16.000 liter.

Kabidhumas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk membuktikan adanya dugaan tindak pidana yang terjadi di gudang yang diduga milik Achiruddin. Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya gudang lain.

Lebih meluas lagi, rekening Achiruddin diblokir PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). Itu dikatakan Kepala Biro Humas PPATK Natsir Kongah kepada wartawan Kamis: ”Betul, kami blokir.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: