Kapolri Angkat Bicara Soal Oknum Brimob Aniaya Pemuda di Tual hinggat Tewas: Kami Transparan

Kapolri Angkat Bicara Soal Oknum Brimob Aniaya Pemuda di Tual hinggat Tewas: Kami Transparan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan saat ini Polri masih berada di bawah presiden-Tangkapan layar YouTube TV Parlemen-

HARIAN DISWAYKapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan pendalaman serius terkait kasus dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Brimob terhadap seorang pemuda di Tual, Maluku, hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Saya kira sudah diproses ya. Saat ini sedang dalam pendalaman," kata Listyo saat menghadiri tasyakuran HUT KSPS ke-53 di Purwakarta, Sabtu, 21 Februari 2026

Terkait perkembangan kasus tersebut, Kapolri menyatakan bahwa saat ini proses penyelidikan sudah berjalan. Penanganan perkara ini dilakukan oleh Polres Kota Tual  dengan mendapatkan asistensi langsung dari Polda Maluku.

"Saya kira hal-hal seperti itu kita transparan," tegas Kapolri saat memberikan keterangan terkait proses hukum yang sedang berlangsung.

BACA JUGA:Kronologi Arianto Tawakal, Pelajar 14 Tahun, Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual

BACA JUGA:Polisi Dalami Dugaan Bullying ABK di Wonokromo Surabaya, Keterangan Sekolah dan Keluarga Berbeda

Senada dengan hal tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Isir menekankan bahwa sikap Polri dalam menangani perkara ini adalah dilakukan secara tegas, transparan, dan akuntabel. Polri juga secara resmi menyampaikan rasa belasungkawa kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.

"Polri turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya korban dan berempati kepada keluarga besar korban atas kejadian tersebut," kata Johnny Isir kepada awak media.

Dalam keterangannya, Johnny Isir juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan individu anggota kepolisian yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.


Arianto Tawakal meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Brimob Polda Maluku bernama Bripda Masias Sihaya.-internet-

Ia menekankan bahwa apa yang dilakukan oleh oknum tersebut sama sekali tidak mewakili institusi secara keseluruhan.

BACA JUGA:Razia Kendaraan di Pos Polisi Suramadu untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas

"Perbuatan tersebut adalah tindakan individu dan tidak mencerminkan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman setiap anggota Polri," ungkapnya.

Arianto Tawakal, seorang pelajar berusia 14 tahun, mengalami nasib tragis di Tual. Ia meninggal dunia setelah terjatuh dari sepeda motor yang ia tumpangi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: