AKBP Achiruddin Kian Berat

AKBP Achiruddin Kian Berat

Ilustrasi rekening AKBP Achiruddin Hasibuan diblokir. -Ilustrasi: Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Rekening Achiruddin dan rekening Aditya diblokir. Pihak PPATK menduga, ada tindak pidana pencucian uang di dua rekening itu.

Berdasar LHKPN, harta Achiruddin yang dilaporkan senilai Rp 467 juta. Moge yang kerap dipamerkan Achiruddin tidak tercatat di LHKPN. Kabidhumas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, kini hal tersebut diperiksa Inspektorat dan Propam Polda Sumut.

Mengapa mendadak Achiruddin diperiksa dari berbagai bidang? Diduga, Achiruddin tidak fair dalam pengusutan kasus penganiayaan Aditya terhadap Ken. Penganiayaan itu dilihat langsung oleh Achiruddin.

Kedatangan Ken ke rumah Aditya pada 22 Desember 2022 langsung disambut Achiruddin. Juga, Achiruddin menggertak Ken dengan mengambil senjata api laras panjang. Sebagai perwira polisi, tindakan tersebut tidak pantas. 

Soal itu, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada pers, Kamis,  mengatakan, ”Ketika korban Ken meminta ganti rugi soal mobilnya yang rusak ditendang tersangka, korban mendatangi rumah pelaku. Ternyata  ayah pelaku diduga menodongkan senjata api laras panjang ke korban. Soal ini harus diusut.”

Saat Aditya menganiaya Ken, ada seorang pemuda yang hendak melerai, tak tega melihat kepala Ken diinjak-injak Aditya. Namun, sewaktu si pelerai maju, Achiruddin menghadang pemuda tersebut. Menghardik: ”Mundur… kamu.” Seketika itu pula si pemuda mundur.

Rumah Achiruddin digeledah polisi Kamis, 27 April 2023. Tim penggeledah mendapati beberapa hal. Di antaranya, airsoft gun lengkap dengan amunisi. Juga, rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian perkara.

Hasilnya, Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono kepada pers, Kamis, mengatakan bahwa penggeledahan disaksikan penghuni rumah, yakni istri Achiruddin dan anak-anaknya.

Sumaryono: ”Tapi, kata penghuni rumah, rekaman CCTV itu sudah lama mati. Nanti kami periksa apakah rekamannya benar sudah mati.” Tim polisi membawa rekaman CCTV serta airsoft gun lengkap dengan pelurunya.

Pemeriksaan begitu teliti. Achiruddin kini berada di posisi sama persis dengan yang dialami ortu Mario Dandy, penganiaya David, Rafael Alun Trisambodo. Kini Rafael ditahan KPK atas dugaan korupsi.

Kasus itu sangat mirip dengan kasus Mario. Mereka anak pejabat, suka pamer motor gede, bersikap sewenang-wenang karena mengandalkan jabatan ortu. Juga sama-sama berakhir dengan dugaan kejahatan finansial terhadap ortu mereka. Rafael pun diduga melakukan pencucian uang.

Jabatan ortu membuat anak-anak mereka merasa berada di atas angin. Arogan. Mario dan Aditya hampir sama. Mereka sama-sama mengatakan tidak takut dilaporkan polisi. Sikap itu terjadi di mana pun terhadap siapa pun. 

Berarti, dalam anggapan mereka, hukum di Indonesia tidak sepenuhnya jalan. Bisa dimainkan dengan uang. Atau jabatan ortu. Mereka merasa tak tersentuh hukum.

Terbukti, anggapan mereka salah. Anggapan mereka salah karena tidak memperhitungkan faktor media sosial. Warganet bisa mengunggah sesuatu yang merusak sistem sosial, tapi juga bisa menjadi kontrol sosial. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: