Golkar-Demokrat Khawatirkan Perubahan Sistem Pemilu

Golkar-Demokrat Khawatirkan Perubahan Sistem Pemilu

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartaro dan Ketua Umum Partai Demokrat, AHY-Intan Afrida Rafni-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Ada kekhawatiran yang sama-sama dialami oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat saat ini. Yakni terkait adanya upaya-upaya mengubah sistem pemilu. Baik melalui Pengadilan Negeri maupun Mahkamah Konstitusi. Yang paling santer adalah rencana perubahan dari sistem proporsional terbuka menjadi sistem proporsional tertutup.

Isu itu menjadi salah satu yang dibahas dalam pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sabtu 29 April 2023. 

Airlangga mendatangi SBY di Ciekas pukul 18.45. Diskusi dengan SBY dilakukan di ruang perpustakaan pribadi SBY. "Tadi kami cukup panjang bicara bagaimana demokrasi di Indonesia akhir-akhir ini mengalami kemunduran dan juga menghadapi tantangan yang serius," ucap AHY setelah pertemuan.

Menurut AHY, delapan parpol sudah sepakat menolak sistem tertutup. Mereka masih ingin pemilu legislatif menggunakan sistem proporsional terbuka di mana pemilih mencoblos caleg. Keterpilihan caleg berdasarkan perolehan suara masing-masing. 

"Kita tidak ingin demokrasi kita mundur ke belakang karena perubahan sistem yang sangat fundamental ketika tahapan pemilu sudah dijalankan. Ini sebenarnya keluar dari akal sehat kita," ucap putra sulung SBY itu.

Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kunjungannya ke Cikeas sebagai reuni. Sebab, Partai Golkar pernah bersama-sama di pemerintah SBY selama 10 tahun. "Golkar dan Demokrat dari waktu ke waktu bukan hanya berdiskusi tapi juga bekerja sama," kata Airlangga.  

Isu terkait capres-cawapres tidak disinggung oleh ABY maupun Airlangga. Dua partai ini memang berbeda koalisi. Patai Demokrat sudah berkoalisi dengan PKS dan Nasdem untuk mendukung Anies Rasyid Baswedan sebagai capres. Sementara Partai Golkar yang berada di koalisi Indonesia Bersatu (KIB) belum menentukan sikap. 

Ada spekulasi yang menyebut bahwa Airlangga akan menjadi cawapres Prabowo Subianto. Kedatangannya ke Cikeas untuk mengajak Demokrat mendukung duet Prabowo Airlangga. Tapi itu baru sebatas rumor yang belum bisa dikonfirmasi.

Tampak dalam pertemuan itu Sekjen Partai Golkar Lodewijk, Bendahara Umum Dito Ganinduto, dan Ketua Bidang perempuan Airin Racmi Diany. Selain itu juga ada tokoh Golkar lainnya yakni Firman Subagyo dan Ilham Permana. 

Sedangkan AHY ditemani Edhie Baskoro Yudhoyono dan Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky. (*) 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: