Anti Ngantuk saat Tarawih! Ini Menu Berbuka Rendah Glikemik yang Wajib Dicoba

Anti Ngantuk saat Tarawih! Ini Menu Berbuka Rendah Glikemik yang Wajib Dicoba

Menu berbuka dengan indeks glikemik (IG) rendah agar energi lebih stabil hingga malam hari--pexels

HARIAN DISWAY – Banyak orang mengantuk dan lemas saat menjalankan salat tarawih setelah berbuka puasa. Kondisi tersebut sering dipicu oleh pilihan menu berbuka yang terlalu tinggi gula dan karbohidrat sederhana.

Lonjakan gula darah setelah mengonsumsi makanan manis berlebih memang cepat memulihkan energi. Namun, efek tersebut tidak bertahan lama dan justru diikuti rasa kantuk akibat penurunan gula darah secara drastis.

Karena itu, penting memilih menu berbuka dengan indeks glikemik (IG) rendah agar energi lebih stabil hingga malam hari. Pola makan yang tepat tak hanya menjaga stamina, tetapi juga membantu ibadah tetap khusyuk.

Berikut penjelasan dan rekomendasi menu seperti apa yang sebaiknya dikonsumsi agar tidak mudah mengantuk saat tarawih.

BACA JUGA:5 Resep Praktis dan Ekonomis Menu Buka Puasa Ramadan 2025

BACA JUGA:Si Endel Jelita Mak Kur Bakal Temani Anda Santap Menu Buka Puasa

Mengapa Indeks Glikemik Penting?

Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan IG tinggi seperti sirup, minuman manis, atau nasi putih dalam porsi besar cenderung menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat.

Laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih dapat memicu fluktuasi energi dan rasa lelah.

Sementara itu, World Health Organization (WHO) juga menganjurkan pembatasan asupan gula harian demi menjaga kestabilan metabolisme tubuh.

Dengan memilih makanan berindeks glikemik rendah, pelepasan glukosa ke dalam darah berlangsung lebih perlahan. Hal ini membuat energi bertahan lebih lama dan tubuh tidak mudah mengantuk.

BACA JUGA:ASTON Sidoarjo Hidangkan Menu Buka Puasa ala Indonesia dan Timur Tengah

BACA JUGA:Menu Buka Puasa Dengan Konsep Lima Kawasan Asia Telah Hadir di Royal Tulip Darmo Surabaya

Rekomendasi Menu Berbuka Rendah Glikemik


KOMBINASI serat dan protein untuk berbuka membantu menjaga energi tetap stabil saat tarawih. --pexels

Berikut beberapa pilihan menu berbuka yang bisa dicoba:

1. Kurma secukupnya (1–3 butir) sebagai pembuka, tanpa tambahan sirup berlebihan.

2. Sup sayur dengan protein seperti ayam atau tahu untuk kombinasi serat dan protein.

3. Nasi merah atau nasi basmati sebagai pengganti nasi putih karena memiliki IG lebih rendah.

4. Lauk tinggi protein seperti ikan panggang, telur, atau tempe.

5. Buah segar utuh seperti apel atau pir.

BACA JUGA:Grand Inna Tunjungan Sajikan Menu Berbuka Puasa Bertajuk The Culinary Journey: Pasar Malam Ampel

BACA JUGA:Cito Roso Dwipantara Sajikan Menu Berbuka Puasa Nusantara di Hotel Ikonik Surabaya

Protein dan serat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga energi lebih stabil. Selain itu, perbanyak air putih untuk mencegah dehidrasi yang juga bisa memicu rasa lelah.

Hindari Berbuka Terlalu Berat Sekaligus

Pola makan berlebihan saat berbuka juga bisa membuat tubuh bekerja ekstra dalam proses pencernaan. Akibatnya, aliran darah lebih banyak menuju sistem cerna dan menimbulkan rasa kantuk.

Berbuka secara bertahap lebih disarankan. Awali dengan takjil ringan, salat magrib, lalu lanjutkan makan utama dalam porsi seimbang. Dengan cara ini, tubuh memiliki waktu beradaptasi dan energi tetap terjaga hingga pelaksanaan tarawih.

Memilih menu rendah glikemik bukan berarti mengurangi kenikmatan berbuka. Justru dengan pola makan yang tepat, ibadah di bulan Ramadan dapat dijalani dengan lebih segar dan optimal. (*)

BACA JUGA:Wyndham Surabaya Angkat Konsep Pasar Malam Nusantara untuk Iftar Ramadan 2026

BACA JUGA:Buka Puasa dengan Menu Khas Timur Tengah dan Nusantara dalam Iftar Delights

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: kemenkes ri