Satu Dapil, Whisnu Sakti dan Anak Risma Saling Melengkapi

Satu Dapil, Whisnu Sakti dan Anak Risma Saling Melengkapi

Paskibra dan Reog bersama kader Partai PDIP menghindari genangan air saat beriringan menuju kantor KPU Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/5/2023).-Moch Sahirol Layeli-

SURABAYA, HARIAN DISWAY- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jatim sangat berambisi ingin kembali menguasai legislatif di Jawa Timur. Itu terlihat dari target perolehan kursi di pemilihan anggota legislatif (pileg) 2024 sebanyak 44 kursi. Berbagai strategi coba mereka lakukan.

Salah satunya dengan menurunkan dua tokoh terkenal di dapil ”neraka”. Yakni, dapil Jatim 1: Surabaya. Mereka adalah anak kandung Tri Rismaharini: Fuad Bernardi dan mantan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.

Pengamat politik dari Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W. Oetomo menganggap keputusan pengurus DPD PDIP Jatim sangat tepat. Sebab, dua tokoh tersebut mempunyai segmen yang berbeda dalam mengambil hati pemilih.

”Ini sangat cerdas. Mereka tidak mungkin memecah suara. Karena Whisnu punya massa loyalis ketika menjadi wakil wali kota. Sementara, Fuad menggunakan massa ibunya, Risma, serta massa milenial. Mereka bisa menaklukkan suara di dapil satu ini,” katanya saat dihubungi Harian Disway Kamis, 11 Mei 2023.

Dua orang tersebut juga memiliki elektabilitas yang lumayan tinggi. Dengan demikian, tidak berat bagi mereka untuk mendapatkan suara masyarakat dua daerah tersebut. Dampaknya, perolehan suara ke PDIP pun akan tinggi.

”Di pileg sebelumnya saja di 2019, dapil satu bisa mendapatkan tiga kursi. Jadi, kalkulasi itu saya rasa tidak mengada-ada. Pun, mereka bisa fokus untuk ke dapil-dapil yang masih minim keterwakilannya,” terangnya.

Namun, ia meminta PDIP juga jangan terlalu percaya diri dengan konsep yang mereka buat. Pasalnya, pertarungan legislatif ini sangat terbuka. Banyak calon  potensial dari partai lain di dapil satu. ”Mereka tetap harus kerja keras. Dinamika pemilih setiap saat selalu berubah,” terangnya.

Terpenting, menurutnya, dua bacaleg tersebut harus tetap solid. Jangan sampai terpecah. Sebab, itu dapat memengaruhi suara yang akan diperoleh PDIP. ”Harusnya sih gak akan terpecah. Karena segmen mereka berbeda. Gak akan saling bersinggungan,” ucapnya.

Pagi kemarin, 11 Mei 2023, PDIP menjadi partai pertama yang mendaftarkan bakal calon legislator (bacaleg) ke KPU Jatim. Ada 120 bacaleg yang didaftarkan hari itu. Setelah itu, disusul DPW Nasdem Jatim. Mereka mendaftarkan jumlah bacaleg yang sama.

Menurut Ketua KPU Jatim Choirul Anam, baru dua partai yang sudah mendaftar. Jumat, 12 Mei 2023, akan ada empat partai lagi yang akan mendaftar. Yakni, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Ummat, dan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia.

”Saat ini kami baru pastikan berkasnya lengkap dulu. Sampai 14 Mei 2023. Setelah itu, barulah kita verifikasi lagi. Ada berkas yang harus diperbaiki atau tidak. Jadi, setelah itulah baru ada penetapan calon (anggota) legislatif,” katanya.

Dengan demikian, nanti ada kemungkinan jumlah bacaleg berkurang. Namun, sesuai aturan, tidak boleh menambah orang. ”Kalau mereka mengajukan 100 bacaleg, setelah didaftarkan, tidak boleh nambah. Tapi, kalau mengurangi boleh. Misalnya, meninggal dunia atau berubah pikiran,” terangnya.

Sementara itu, DDi Surabaya, hingga saat ini baru tiga partai politik (parpol) yang mendaftarkan bacaleg. Yaitu, Partai Hanura, Nasdem, dan PDIP.

Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi mengatakan, dari 18 parpol di Surabaya, masih ada 15 parpol lain yang belum melakukan pendaftaran bacaleg yang mereka usung. Padahal, tanggal pendaftaran akan ditutup tiga hari lagi: Minggu, 14 Mei 2023. ”Untuk hari terakhir, dibuka pendaftaran sampai pukul 23.59 WIB,” ujar Syamsi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: