Marak Karhutla, Indonesia Memasuki Periode Kering hingga 2026

Marak Karhutla, Indonesia Memasuki Periode Kering hingga 2026

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi virtual terkait Disaster Briefing, Senin, 6 Juni 2023-YouTube BNPB-

HARIAN DISWAYBencana hidrometeorologis kering bakal mulai mendominasi tanah air dalam beberapa bulan kedepan.

Dalam sepekan terakhir saja, sudah terjadi tiga kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ini disebabkan oleh musim kemarau panjang yang berlangsung sejak April dan bahkan hingga Agustus nanti.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, terdapat 1.704 kejadian sepanjang 2023. Hotspot kejadian pun sebetulnya tak jauh berubah ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Di Pulau Jawa, karhutla masih menyebar di wilayah-wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Di Sumatera, masih didominasi Aceh dan Sumatera Barat. Begitu pula di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

BACA JUGA:Denny Indrayana Ungkap Sosok Yang “Bocorkan” Putusan MK Soal Sistem Pemilu

BACA JUGA:Kecanduan HP Bisa Bikin Anak Telat Bicara, Bidan di Pasuruan Banyak Temukan Kasus

"Yang membedakan cuma perbandingan statistiknya. Tiga tahun terakhir ada periode basah. Jadi, gak pernah kekeringan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi virtual di YouTube BNPB, Selasa, 6 Juni 2023.

Periode basah itu dipengaruhi oleh La Nina. Yang cenderung membawa awan hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Sehingga karhutla sangat jarang terjadi. 

Atau paling tidak, kata lelaki yang karib disapa Aam itu, karhutla hanya terjadi di lokasi yang biasanya memang kering. Itupun mudah dipadamkan.

BACA JUGA:ASN Silahkan Cek Rekening, Gaji Ke-13 Sudah Cair

BACA JUGA:Bersih-Bersih Koruptor PT Waskita, Kementerian BUMN Gandeng BPKP

Sedangkan tahun ini jumlahnya naik signifikan. Sudah tembus 125 kejadian sejak awal tahun. Kenaikan yang drastis ini seperti mengulang tahun 2015 dan 2019 silam. 

"Saat itu banyak karhutla yang luar biasa. Dan tahun ini kita harus antisipasi bersama. Jangan sampai nggak siaga," tandas Aam. Sebab, BMKG pun telah mengimbau kewaspadaan sejak awal tahun. Bahkan memprediksi periode kering Indonesia berlangsung hingga 2-3 tahun ke depan.

Artinya, periode basah baru kembali paling cepat pada 2025. Prediksi ini pun dikuatkan dengan jumlah bencana hidrometeorologi kering yang terus naik sejak awal Mei.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: