Berwisata Sambil Mengamati Burung Eksotis di TWA Kerandangan, Lombok Barat

Berwisata Sambil Mengamati Burung Eksotis di TWA Kerandangan, Lombok Barat

Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan dengan pengalaman wisata berupa kegiatan melihat burung atau birdwatching. -Kemenparekraf-

HARIAN DISWAY – Kota Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) punya ikon baru yakni Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan dengan pengalaman wisata berupa kegiatan melihat burung atau birdwatching.   

TWA yang ditetapkan pada tahun 1992 tersebut berada di Kabupaten Lombok Barat, tepatnya daerah kawasan Wisata Senggigi. Berupa hutan seluas 396,10 hektar. 

“Ada sekitar 56 jenis burung yang hidup di habitat asli mereka di sini,” jelas Wahyudi pada tim Sadar Wisata Kemenparekraf yang berkunjung, Minggu, 18 Juni 2023. 

BACA JUGA:Bocah Bali Meninggal Karena Rabies, Kenali Gejalanya pada Hewan Peliharaan Anda

BACA JUGA:Comeback Bulan Depan, NewJeans Gandeng The Powerpuff Girls


Burung hantu di TWA Kerandangan, Lombok Barat-Kemenparekraf-

Wahyudi menginisiasi kegiatan pariwisata birdwatching pada akhir tahun 2012, ketika ia yang masih menjadi tenaga kontrak bertemu dua wisatawan yang mengaku ingin melihat dan menikmati setiap aktivitas burung-burung liar di TWA Kerandangan

Wisatawan tersebut ada yang berkalungkan teropong hingga kamera berlensa besar. "Akhirnya saya hanya menemani mereka sampai ke dalam hutan. Saya mengikuti aktivitasnya melihat burung-burung,” kata Wahyudi. 

Tidak berhenti sampai di situ, beberapa hari setelahnya, datang lagi wisatawan lain yang membawa kamera dengan lensanya yang besar. "Tujuannya juga sama, ingin mencari burung. Tapi kali ini dia lebih ke minat fotografi," tuturnya.

 
Pengunjung mengamati aktivitas burung liar di TWA Kerandangan-Kemenparekraf-

Wahyudi baru sadar betapa besarnya potensi pariwisata dari sekedar mengamati burung tersebut. Padahal oleh warga lokal. Burung-burung itu justru diburu dan ditembaki.  

BACA JUGA:Desta dan Natasha Riski Resmi Bercerai Setelah 10 Tahun Menikah

”Mereka (penangkap burung liar) masih belum sadar bahwa dengan pariwisata, nilai ekonomi seekor burung yang ada di alam justru lebih besar dibanding di dalam sangkar,” ujar Wahyudi.

Berbekal pengalamannya keluar-masuk hutan TWA Kerandangan serta data awal jenis-jenis burung yang jumlahnya baru 23, ia mencoba mengembangkan daya tarik ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: