Pria Bunuh Pacar di Lombok, Mayat Dicor: Inilah Penyebab Femisida

ILUSTRASI Pria Bunuh Pacar di Lombok, Mayat Dicor: Inilah Penyebab Femisida.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Setiap ada wanita terbunuh, polisi selalu fokus ke pria pasangan korban. Berkali-kali insting polisi itu terbukti benar. Terbaru, I Nyoman Bude alias Imam Hidayat, 31, ditangkap atas pembunuhan kekasihnya, Nurminah, 27, di Lombok Barat, NTB. Bukti kuat bahwa antara cinta dan pembunuhan bersekat tipis.
SESUNGGUHNYA, anggapan bahwa cinta dekat dengan pembunuhan adalah tidak benar. Cinta berkebalikan dengan pembunuhan. Bertolak belakang. Anggapan adanya korelasi cuma muncul setelah terjadi pembunuhan (yang kemudian terbukti) terkait cinta.
Ketika Nurminah menghilang sejak Minggu, 10 Agustus 2025, pihak keluarga tidak serta-merta mencurigai pacar Nurminah, I Nyoman Bude, yang belum lama masuk Islam berganti nama jadi Imam Hidayat. Tidak ada kecurigaan. Sebab, mereka akan menikah.
Konstruksi perkara demikian: Nurminah gadis warga Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia bekerja di rumah makan Sate Hajat di Labuapi, Lombok Barat.
BACA JUGA:Suami Bunuh Mantan Istri yang Ditelepon Pria Lain: Delapan Tahap Pembunuh
BACA JUGA:Cemburu Pria Pengamen di Sidoarjo Berujung Pembunuhan
Nurminah berpacaran dengan Imam, duda anak satu yang belum lama masuk Islam. Imam bekerja serabutan, utamanya jualan bahan bangunan. Ia punya rumah di Perumahan Griya Prembun Asri, Desa Perampuan, Lombok Barat. Imam tinggal sendiri. Anaknya ikut neneknya.
Minggu, 10 Agustus 2025, sekitar pukul 08.00 Wita, Nurminah meninggalkan rumah naik motor matik warna hitam. Dia libur kerja, tapi tidak memberi tahu keluarga tujuan kepergian itu.
Sejak itu dia tak pulang lagi. HP-nyi mati. Telepon maupun pesan WA tak terbalas. Keluarga gelisah.
BACA JUGA:Pusaran Konflik Femisida
BACA JUGA:Indikator Pria Pembunuh Mantan
Senin, 11 Agustus 2025, keluarga menerima pesan WA dalam bahasa Sasak dari HP Nurminah. Isinya panjang. Intinya, dia baru saja naik kapal, pergi ke Singapura. Dia akan bekerja di Singapura. Sebab, gaji di rumah makan dinilai terlalu kecil. Motornyi sudah dijual buat biaya perjalanan.
Di pesan itu disebutkan, agar keluarga memberi tahu Imam soal kepergiannya itu. Nurminah akan kembali ke Lombok setelah punya cukup uang. Selesai.
Pihak keluarga kaget. Kepergian Nurminah mendadak dan ekstrem. Sebenarnya modus seperti itu sudah banyak. Pesan WA dikirim oleh bukan pemilik HP. Esoknya, Selasa, 12 Agustus 2025, keluarga lapor ke Polsek Gerung, kehilangan Nurminah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: