Pria Bunuh Pacar di Lombok, Mayat Dicor: Inilah Penyebab Femisida

Pria Bunuh Pacar di Lombok, Mayat Dicor: Inilah Penyebab Femisida

ILUSTRASI Pria Bunuh Pacar di Lombok, Mayat Dicor: Inilah Penyebab Femisida.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

BACA JUGA:Ditangkap, Tersangka Polisi Pembunuh Pacar yang Dibakar: Diduga Emotional Blackmail

BACA JUGA:Mutilasi Pacar di Serang, Banten: Kontradiksi Tersangka dan Autopsi

Polisi menyelidiki. Memeriksa pesan WA itu, termasuk mencari Imam. Namun, Imam sulit ditemui. Di rumahnya, ia tak ada. Rumahnya kosong.

Polisi melihat di depan rumah itu ada tumpukan pasir. Imam biasa jual-beli bahan bangunan. Namun, pasir tersebut tidak terlalu banyak untuk dijual. Polisi menemui Kades Perampuan M. Zubaidi, menanyakan keberadaan Imam. Dijawab Zubaidi, sudah beberapa hari rumah itu kosong. Lampu rumah selalu menyala.

Polisi terus mencari Imam. Setiap ada perempuan terbunuh, fokus polisi selalu ke pria pasangan. Namun, itu belum terbukti pembunuhan. Cuma hilang. Polisi setidaknya memintai keterangan Imam.

BACA JUGA:Pacar kok Diperkosa

BACA JUGA:Remaja Pembunuh Pacarnya ini Ngumpet di Keramaian

Jumat, 22 Agustus 2025, atau sepuluh hari sejak Nurminah menghilang, Imam ditemui polisi di rumah bapaknya di Gebang, Kota Mataram. Dalam wawancara sebentar, jawaban Imam tidak logis. Ia kelihatan gelisah, berusaha menghindar. Polisi kian curiga. Lalu, Imam dibawa ke kantor polisi.

Dalam wawancara intensif, Imam mengaku membunuh Nurminah. Katanya, motifnya cemburu. Katanya, sudah sebulan lebih ia mengetahui Nurminah chat WA dengan cowok mantan pacar. Ia marah. Mereka cekcok. Kemudian, baikan lagi. 

Polisi berubah dari wawancara ke interogasi. Fokus ke kejadian hari Minggu, 10 Agustus 2025. Imam mengaku, saat itu Nurminah datang ke rumah Imam, pagi hari. Tengah malam, seperti biasa, berhubungan seks. Lalu, Imam menyinggung soal chat mantan pacar Nurminah. Mereka cekcok lagi.

BACA JUGA:Pembunuhan-Pemerkosaan Gadis Terborgol di Cisauk, Tangerang: Waspadai Pacar Toksik

BACA JUGA:Faktor U, Bunuh Pacar

Imam mengambil senapan angin yang biasa untuk menembak burung. Nurminah masih telanjang ketika ditembak dari jarak dekat. Kena kepala. 

Di dalam rumah itu ada galian sumur, bundar, diameter tak sampai semeter, kedalaman sekitar 3 meter. Tubuh Nurminah diseret, dimasukkan situ. Esoknya, ia beli pasir dan semen. Lubang itu dicor. Sisa pasir dan semen ada di halaman depan rumah.

Imam ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Nurminah. Ia langsung ditahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: