Pria Bunuh Pacar di Lombok, Mayat Dicor: Inilah Penyebab Femisida

ILUSTRASI Pria Bunuh Pacar di Lombok, Mayat Dicor: Inilah Penyebab Femisida.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Hasil riset di Australia tahun 2010 sampai 2012 menunjukkan, dari 479 kasus pembunuhan perempuan di sana, sekitar 39 persen (187 insiden) tergolong kasus domestic violence (KDRT) pria terhadap pasangan wanita.
Dari jumlah tersebut, sekitar 58 persen (109 insiden) terjadi dalam hubungan intim yang bukan KDRT. Artinya, pelaku pria belum pernah melakukan KDRT terhadap wanita pasangannya, sebelum pembunuhan.
Namun, mengapa pria membunuh wanita pasangannya? Jawabnya, menurut The Conversation, ada tiga sebab pembunuhan wanita oleh pria: cemburu, keuntungan, dan altruistik.
Pertama, cemburu. Ini terbanyak (sekitar 40 persen) pembunuhan pria terhadap wanita pasangan intim akibat cemburu. Contohnya sudah banyak di Indonesia. Termasuk pengakuan Imam Hidayat kepada polisi itu.
Kedua, keuntungan. Pelaku pria membunuh pasangan wanita dengan motif keuntungan finansial. Proporsinya sekitar 23 persen.
Misalnya, pembunuhan bermotif uang asuransi, harta warisan, atau sejenisnya. Pelaku ingin menguasai harta korban. Walaupun, itu kedengaran aneh. Bukankah harta pasangan adalah harta bersama? Kecuali, pelaku pria ingin menikahi wanita lain.
Ketiga, altruistik. Proporsi sekitar 17 persen. Itu pembunuhan karena pelaku menyayangi korban. Misalnya, korban sakit keras menahun. Daripada terus menderita, dia lebih baik dibunuh. Umumnya diracun.
Tentu, semua hal itu jadi bahan pertimbangan polisi dalam penyelidikan pembunuhan perempuan. Bagi awam atau orang yang belum pernah jadi pelaku atau korban pembunuhan, hal itu terasa aneh. Itulah fakta ilmiah. Bisa juga menjadi pedoman bagi calon pelaku dan korban. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: