Kabar Dari Tanah Suci (17): Kepala Pun Kena Lemparan Kerikil

Kabar Dari Tanah Suci (17):  Kepala Pun Kena Lemparan Kerikil

Jemaah haji melewati terowongan Mina menuju lokasi melempar jumrah, 29 Juni 2023.-Pamuji Setyawan-Dewangga-

Meskipun tertunda, ritual lempar jumrah akhirnya terlaksana. Lega. Semuanya lancar. Kekhawatiran dampak kejadian Muzdalifah rupanya sudah diantisipasi. Berikut catatan Pamuji Setyawan dari Biro Haji dan Umrah Dewangga cabang Ngawi langsung dari Mina. 

--

SETELAH sampai di Mina, kami memasuki tenda di maktab 35. Jadwalnya lempar jumrah aqabah yang seharusnya dilaksanakan pagi atau sebelum salat Duhur terpaksa ditunda menjadi sore hari setelah salat Asar karena adanya kejadian di Muzdalifah (baca seri ke-16).

Lempar jumrah adalah ritual melempar batu ke tugu yang berada di Mina sebagai simbolisasi perlawanan manusia terhadap setan. Ritual ini mencontoh pada riwayat keluarga Nabi Ibrahim yang melawan setan dengan cara melempar batu kerikil.


Jemaah haji berjalan 3 km menuju tempat melempar jumrah. -Pamuji Setyawan-Dewangga-

Jarak Jamarat (bangunan letak tugu melempar jumrah) dengan tenda maktab sekitar 3 km. Perjalanan pergi pulang sekitar 6 km. Tentunya dengan berjalan kaki. Rombongan jemaah berjalan menyusuri tenda-tenda di maktab kemudian mengambil arah menuju Jamarat. Memasuki terowongan yang cukup panjang. 

Terowongan Mina sendiri sangat terkenal dengan tragedi pada 1990. Saat itu banyak korban meninggal dunia karena berdesak-desakan dan kehabisan napas. 

BACA JUGA:Kabar Dari Tanah Suci (16): Menunggu Dhuha di Muzdalifah

BACA JUGA:Kabar Dari Tanah Suci (15): Kehangatan Tenda Maktab yang Dingin

Jarak 3 km tidak terasa jauh. Mungkin karena banyak sekali jemaah yang melakukan lempar jumrah aqabah. “Kalau ramai-ramai gini nggak terasa. Tahu-tahu sampai,” ujar Mbah Bawadi, salah seorang jemaah haji Indonesia

Sampailah kami di lantai 3 Jamarat. Lontar jumrah di lantai 3 jamarat menjadi favorit jemaah asal Indonesia karena lebih aman untuk keselamatan dan kenyamanan. Kondisi Jamarat lantai 3 ini terlihat lebih lengang karena didominasi oleh jemaah asal Indonesia. Selain itu akses menuju Jamarat lebih dekat daripada harus turun dulu ke lantai satu dan bertemu jemaah asal luar negeri.


Sasaran lempar jumrah di Mina. -Saudi Press Agency vis AFP-

Ada tiga tugu di jamarat dengan urutan ula, wustha, dan aqabah. Pelemparan pertama dilakukan pada 10 Zulhijah untuk melempar jumrah aqabah sebanyak 7 batu.

Kami melewati tugu ula dan wustho kemudian ikut bergabung dengan kerumunan yang mengitari tugu aqabah. Saya mencoba masuk sampai ke pinggiran tembok tugu. Tugu aqabah ada di tengah berbentuk elips pipih dengan sumur di sekelilingnya untuk menampung jatuhnya batu kerikil yang dilempar.


Tempat kerikil yang dibagikan pengelola maktab ketika di Muzdalifah.. -Pamuji Setyawan-Dewangga-

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: