Gubernur Resmikan Stockpile Pasir Terpadu di Lumajang.

Gubernur Resmikan Stockpile Pasir Terpadu di Lumajang.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq dalam peresmian fasilitas stockpile pasir Lumajang-Pemprov Jatim for Harian Disway-

Menurut Khofifah, Pemprov Jatim sebagai pihak yang menerbitkan izin stockpile terpadu dalam bentuk Izin Usaha Pertambangan Pengangkutan dan Penjualan  (IUP-PP) perlu terus menguatkan sinergi dengan Pemkab Lumajang. 

Termasuk dalam setiap proses penerbitan IUP Operasi Produksi (OP) sebagai syarat penyewa kavling di stockpile. Sinergi tersebut akan menjadi bagian penting dari seluruh kegiatan eksplorasi tambang agar tetap beriringan dengan upaya menjaga daya dukung alam tetap terjaga.


Gubernur Jatim menjajal sistem pembayaran pajak penyimpanan pasir digital-Pemprov Jatim for Harian Disway-

Manajemen penambangan pasir di Lumajang ini penting dilakukan baik dari sisi penerimaan pendapatan maupun upaya untuk tetap menjaga daya dukung alamnya. 

BACA JUGA:Update Sementara Pengungsian Lumajang

Sebab, potensi penambangan pasir di Lumajang mencapai 183,69 hektar dengan kapasitas produksi mencapai 2,48 juta ton. Dari potensi itu, sebanyak 37 perusahaan yang beroperasi dengan IUP Eksplorasi dan 36 perusahaan dengan IUP Operasi Produksi.

Tingginya potensi penambangan pasir di Lumajang diharapkan Gubernur Khofifah agar diiringi penambahan titik stockpile. Hal ini karena padatnya stockpile yang ada sedangkan masih ada 63 lagi IUP yang sedang dalam proses  WIUP, Eksplorasi, maupun peningkatan  IUP OP.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan bahwa kehadiran stockpile pasir ini diharapkan menjadi inovasi yang mampu memperbaiki pengelolaan pertambangan pasir di Lumajang.

BACA JUGA:Satu Keluarga Meninggal Tertimbun Longsor Di Pronojiwo, Lumajang

"Harapannya Pemkab Lumajang dan Pemprov Jatim bisa mengoptimalkan sinergitas sehingga inovasi ini bisa dikembangkan lebih baik lagi," ujarnya

"Saya laporkan juga ke Ibu Gubernur rata-rata pajak pasir yang sebelum adanya stockpile ini kita terima Rp. 400 juta per bulan. Ini akan kami tingkatkan supaya tidak ada kebocoran lagi. Karena saat ini perbulannya kami bisa terima pajak hingga Rp.2 milliar per bulan," lanjutnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: