Benarkah MSG Berdampak Buruk Buat Tubuh? Ini Ulasan Dokter

Benarkah MSG Berdampak Buruk Buat Tubuh? Ini Ulasan Dokter

ILUSTRASI bahan penyedap masakan alias MSG. Bahan ini disebut-sebut berbahaya buat tubuh.-Pexels-

oleh:
Dr dr Robert Arjuna FEAS
spesialis penyakit dalam dan penulis ilmu kesehatan

HARIAN DISWAY - Entah sejak kapan masyarakat Indonesia menjadi sangat akrab dengan MSG. Itu lho, monosodium glutamate. Senyawa kimia yang terdapat dalam vetsin atau bumbu penyedap rasa. Sekarang, hampir semua ibu-ibu membubuhkan penyedap rasa dalam masakannya.

MSG adalah penambah rasa yang dikenal luas oleh masyarakat. Biasanya zat ini ditambahkan ke makanan olahan. Seperti sayuran kaleng, sup, hingga daging olahan. Sejauh ini Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food & Drug Administration atau FDA) mengklasifikasikan MSG sebagai bahan makanan yang aman untuk digunakan.

BACA JUGA: Makanan Tersehat di Dunia: Selada Air, Manfaat dan Cara Konsumsinya

Namun, penggunaannya—meliputi jenis dan batas aman MSG yang ditambahkan dalam makanan olahan—masih kontroversial. Karena itu, FDA meminta produsen makanan untuk mencantumkannya pada label.

Mengapa kontroversial? Karena, MSG memiliki dampak buruk jika dikonsumsi secara berlebihan. Anda pasti pernah mendengar, candaan khas anak-anak. Kalau agak lemot atau kurang tanggap, pasti disebut, ’’Anak kebanyakan micin!’’ Demikian juga kalau cara berpikirnya berbeda dengan teman lain, akan dikatakan, ’’Generasi micin.’’

Sebenarnya, adakah dampak MSG untuk kesehatan?

MSG berasal dari asam amino glutamat atau asam glutamate. Yang merupakan asam amino paling melimpah di alam. Asam glutamat adalah asam amino yang tidak esensial. Artinya tubuh dapat memproduksinya. Zat itu melayani berbagai fungsi dalam tubuh, dan ditemukan pada hampir semua makanan.

BACA JUGA: Atasi Kekurangan Makanan Serat dan Berprotein dengan Meal Replacement yang Satu Ini

Secara kimia, MSG adalah bubuk kristal putih yang menyerupai garam meja atau gula. Ia menggabungkan natrium dan asam glutamat, yang dikenal dengan garam natrium. Asam glutamat dalam MSG dibuat dengan fermentasi pati. Tapi tidak ada perbedaan kimia antara asam glutamat dalam MSG dan dalam makanan alami.

Asam glutamat dalam MSG lebih mudah diserap, karena tidak terikat di dalam molekul protein besar yang perlu diuraikan oleh tubuh. MSG meningkatkan rasa umami daging yang gurih. Umami adalah rasa dasar kelima, bersama dengan asin, asam, pahit, dan manis.
 
Karena itu, masakan tanpa vetsin diibaratkan seperti makanan tanpa garam, alias kurang sedap. Sehingga, penggunaan penyedap atau penguat rasa dalam masakan sehari-hari sudah bukan hal yang aneh lagi. Mulai dari ibu rumah tangga, pedagang kaki lima, hingga juru masak di restoran sekalipun akan menambahkan vetsin agar masakan mereka lebih menggugah selera.

BACA JUGA: 5 Makanan Ini Bantu Jaga Kulitmu Tetap Sehat

Namun, sekali lagi, memang benar bahwa konsumsi MSG berlebihan memiliki dampak buruk buat tubuh. Bahkan, dampak jangka panjangnya bisa sampai pada kerusakan hati. Ada kalanya, badan memberikan sinyal bahwa tubuh tidak bisa lagi menerima asupan MSG.

Gejala tubuh terlalu banyak mengonsumsi MSG
1. Lemas
2. Muncul ruam-ruam merah pada kulit
3. Tekanan atau rasa kencang pada wajah
4. Berkeringat dan nyeri dada
5. Mati rasa, kesemutan atau rasa terbakar di bagian tubuh tertentu, misalnya leher dan wajah
6. Detak jantung yang cepat.

Efek Samping MSG
1. Sakit kepala
2. Kenaikan tekanan darah
3. Chinese restaurant syndrome
4. Kerusakan hati
5. Diabetes
 
Kerusakan hati yang disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung MSG juga bisa memicu terjadinya resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi yang terjadi ketika pankreas Anda memproduksi insulin, namun sel-sel di tubuh tidak menggunakan seperti yang seharusnya. Akibatnya, terjadi penumpukan gula dalam darah.

BACA JUGA: Hindari 5 Makanan Ini Saat Akan Naik Pesawat

Jenis resistensi insulin ini sama dengan yang terjadi pada penyakit diabetes tipe 2. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi, tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga, serta nafsu makan meningkat.

Oleh sebab itu, kita harus sangat berhati-hati menambahkan vetsin dalam masakan. Dan yang perlu diperhatikan lagi, kurangi konsumsi makanan olahan. Seperti sarden, daging kalengan, sayuran beku, dan semacamnya. Sebab, bahan-bahan makanan seperti itu mengandung MSG yang sangat tinggi. (*)
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: dr dr robert arjuna feas