Berstatus Guru, Kadisdik Sumsel Dalami Sosok Wasit Kontroversial Armyn Dwi Suryathin

Berstatus Guru, Kadisdik Sumsel Dalami Sosok Wasit Kontroversial Armyn Dwi Suryathin

Pengadil lapangan, Armyn Dwi Suryathin.--

Wasit berusia 34 tahun tersebut juga berprofesi sebagai Guru di SMAN 3 Kota Lubuklinggau.

Armyn Dwi Suryathin saat ini memegang lisensi wasit C1 Nasional yang menjadikan dirinya dapat memimpin laga di Liga 1, Liga 2, dan Liga 3.

Namun, saat mengikuti seleksi wasit yang digelar PSSI dan bekerja sama dengan tenaga ahli dari Japan Football Association (JFA), nama Armyn Dwi Suryathin masuk ke dalam 18 nama teratas.

Ia memiliki kewajiban untuk memimpin laga kasta tertinggi Liga 1. Armyn Dwi Suryathin sendiri berasal dari Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lubuklinggau.

Ia dan terdaftar sebagai wasit yang berasal dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatera Selatan.

BACA JUGA:Persebaya Protes Penunjukkan Wasit Armyn Dwi Surathin, Akmal Marhali SOS: Komite Wasit Tidak Transparan!

Selama gelaran Liga 1 musim 2023/2024 hingga pekan ke-12 wasit Armyn Dwi Suryathin telah memimpin sebanyak 7 laga.

Dari tujuh laga tersebut wasit kelahiran Lubuklinggau itu telah mengeluarkan sebanyak 36 kartu kuning dan 1 kartu merah.

Satu-satunya kartu merah tersebut ia keluarkan kepada Arief Catur Pamungkas.

Bek Persebaya itu mendapat kartu merah saat laga Persija vs Persebaya pada Minggu, 30 Juli 2023 di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

Saat itu laga berakhir untuk kemenangan Macan Kemayoran 1-0.

BACA JUGA:Link Nonton dan Live Streaming Madura United vs Persebaya

Dilansir dari laman Transfermarkt, Armyn Dwi Suryathin telah mencatatkan debutnya memimpin laga di Liga 1 pada tahun 2018 pada match Persela Lamongan vs PS Tira (kini Persikabo 1973).

Pada debut tersebut guru SMAN 3 Lubuklinggau itu mengeluarkan 3 kartu kuning dan satu hadiah penalti kepada tuan rumah.

Salah satu momen yang membuat nama Armyn Dwi Suryathin dilabeli wasit kontroversial yakni ketika usai memimpin laga Persija vs Bali United saat Liga 1 musim 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: