Pameran Teknologi pada Japan Mobility Show, Tunjukkan Robot Pembantu di Masa Depan

Pameran Teknologi pada Japan Mobility Show, Tunjukkan Robot Pembantu di Masa Depan

ROBOT RAKSASA produksi Tsubame dipamerkan untuk jurnalis pada Japan Mobility Show di Tokyo, 25 Oktober 2023. Robot ARCHAX itu setinggi 4,5 meter dengan bobot 3,5 ton.-KAZUHIRO NOGI-AFP-

TOKYO, HARIAN DISWAY – Bagi warga Jepang, kehadiran robot di masa depan mungkin sangat penting. Betapa tidak, mereka adalah negara dengan populasi warga lansia yang begitu banyak. Sekitar 30 persen warga berusia di atas 65 tahun.

’’Karena populasi yang terus drop, makin sedikit orang yang bisa mengerjakan hal berbahaya di masa depan,’’ kata Tomoyuki Izu, founder Attraclab, sebuah perusahaan rintisan (start-up) di bidang robotika dan teknologi bergerak otonom.

’’Ide saya adalah membantu para relawan dan tim penanganan bencana dengan mesin ciptaan saya,’’ kata lelaki 61 tahun tersebut seperti dikutip Agence France-Presse.

Karya Izu adalah satu dari belasan robot yang muncul pada pameran Japan Mobility Show di Tokyo, 26 Oktober-5 November 2023.

Dan ia meyakini bahwa pangsa pasar robot di masa depan akan sangat terbuka. ’’Robot-robot di anime sangat digemari warga. Tapi, orang justru merasa aneh saat robot itu hadir secara nyata,’’ ucapnya.


ROBOT SKELETONICS produksi Robot Ride ini bisa membantu manusia merampungkan pekerjaan berat.-KAZUHIRO NOGI-AFP-

’’Di masa depan, robot akan bisa menyelamatkan manusia. Atau ditugaskan ke areal berbahaya. Misalnya di daerah kebakaran,’’ kata Itsuki Goda, staf divisi robotika Kawasaki Heavy Industries (KHI).

Tetapi, perjalanan riset memang masih panjang. Robot-robot yang diciptakannya masih harus diuji dengan beragam situasi.

Dan dalam kondisi darurat, situasi satu dengan yang lainnya akan bisa berubah drastis. Penanganan sebuah kebakaran, misalnya, tidak akan bisa disamaratakan. Demikian pula operasi penyelamatan korban gempa di reruntuhan. Tiap kasus, tiap korban, bisa punya spesifikasi sendiri.

Sejak 2016, KHI sudah mengembangkan robot Kaleido yang bisa mengangkut beban seberat 60 kilogram. Dan kemampuan itu sedang ditingkatkan dengan kehadiran purwarupa anyar.

Yang jadi masalah saat ini adalah harga. Goda mengakui bahwa robot sepuluh kali lebih mahal daripada tenaga kerja manusia. ’’Tapi, kalau kita bisa menciptakan 10 ribu robot per tahun, harga itu akan turun dengan sendirinya,’’ ucap Goda. Kita tunggu… (Doan Widhiandono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: