Asep Aziz Muslim: Pencegahan dan Penanganan Cedera Jangan Asal Diurut

Asep Aziz Muslim: Pencegahan dan Penanganan Cedera Jangan Asal Diurut

Asep Aziz Muslim, seorang fisioterapis, sedang memaparkan wawasannya tentang olahraga dan potensi cedera. -Majalyn Nadiranisa R/HARIAN DISWAY-

Yang tadinya tak bisa terjangkau, setelah melakukan gerakan berulang, jadi bisa tersangkau. "Itu semacam pelemasan bagi tubuh dan otot kita. Meski, tak semua bisa menyentuh ujung jari kaki dengan tangan. Karena kondisi dan bentuk tubuh setiap orang berbeda," ungkapnya.

Untuk mengetahui kondisi fisik tubuh dan bagian mana yang rentan cedera, maka seseorang dapat melakukan fisioterapi. Di klinik tersebut, hal mendasar bisa dilakukan. Pertama, seorang pengunjung dapat melakukan tes awal, yakni shoulder exam.

Salah seorang pengunjung bernama Iklimiyah mencoba langsung tes tersebut. Pada shoulder exam, ia diarahkan untuk menyilangkan tangan kanan dan kiri di punggung, lalu menyatukan genggaman kanan-dan kiri.

Pada percobaan pertama, ketika tangan kanan melingkar dari atas, dan tangan kiri di bawah, keduanya dapat disatukan. Pada percobaan kedua, ketika tangan kiri dilingkarkan ke belakang lewat atas.

Dilanjutkan dengan tangan kanan dilingkarkan dari bawah, kedua telapaknya tak dapat menggapai. Tak seperti sebelumnya. "Itu berarti tangan kirinya jarang digunakan, atau aktivitasnya lebih banyak menggunakan tangan kanan," ujar Asep.

Tes selanjutnya, Iklimiyah diarahkan untuk duduk, kemudian berjalan mengitari cone hijau berukuran kecil, satu putaran dengan langkah cepat. Dia membutuhkan waktu 7 detik untuk berjalan cepat tersebut.

Tes itu disebut Time Up & GO (TUG), untuk mengetahui kondisi fisik kaki dan seberapa cepat mereka dalam melangkah. Di bawah 12 detik adalah waktu normal untuk orang sehat.
Salah seorang pengunjung, Iklimiyah, sedang diperiksa oleh terapis, untuk mengetahui potensi cedera pada kedua lengannya. -Majalyn Nadiranisa R/HARIAN DISWAY-

Sedangkan orang tua atau orang yang tak memiliki kesehatan yang baik, membutuhkan waktu di atas 12 detik. Setelah itu, Iklimiyah mencelupkan dua kakinya di wadah air, lalu menjejak di atas kertas buram.

BACA JUGA: Bersaing dengan 131 Perguruan Tinggi dari 42 Negara, ITS Sabet Penghargaan dari UNESCO

Fisioterapis melihat bentuk kakinya itu, sebagaimana bentuk kaki orang yang sehat. Ada bentuk-bentuk tertentu yang mengindikasikan jika orang itu kurang sehat. "Alhamdulillah saya sehat. Memang selama ini tak ada keluhan. Hanya ingin check up saja," ujar Iklimiyah.

Tes terakhir, pencitraan tulang. Hasilnya diketahui bahwa struktur tulang Iklimiyah cenderung sedikit ke belakang. Namun, itu masih kategori normal. "Ini disebut posture test untuk mengetahui postur tubuh seseorang," ujar Asep.

Siapa pun sebenarnya perlu untuk melakukan fisioterapi atau check up, untuk mengetahui potensi fisik yang mudah cedera. Maka pemeriksaan fisik tak perlu menunggu cedera. Lebih baik mencegah daripada mengobati. 

Dalam kesempatan itu, dikenalkan program untuk menjaga kebugaran dan produktivitas para pekerja. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran pekerja tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh serta mendorong penerapan gaya hidup sehat. (Guruh Dimas Nugraha)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: