Spring of Fortune di Grand City, Pengunjung Menyuapi Barongsai demi Berkah

Spring of Fortune di Grand City, Pengunjung Menyuapi Barongsai demi Berkah

Adegan saat barongsai mengeluarkan kertas panjang bertuliskan Gong Xi Fat Cai. Barongsai tersebut beratraksi di atas tonggak dengan gerakan-gerakan sulit. -Julian Romadhon-HARIAN DISWAY

HARIAN DISWAY - Spring of Fortune di Grand City, Surabaya, menghadirkan kelompok barongsai Boen Bio Khuan Loke pada Kamis, 8 Februari 2024. Mereka beraksi mengelilingi tiap lantai di Grand City, menyapa pengunjung.

Suara tambur dan cymbal bertalu. Berpadu menghasilkan irama rancak yang teratur. Suaranya memekakkan. Tapi begitulah untuk memicu gerak dua barongsai Boen Bio Khuan Loke. Warna masing-masing merah dan kuning. Simbol warna keberuntungan dari tradisi Imlek.

Selain barongsai, terdapat figur Dewa Rezeki atau Jai Shen Ye. Dimainkan oleh Indra Siswanto yang akrab dipanggil Ahong Bakpao. Dewa Rezeki turut berkeliling bersama kedua barongsai. Dari lantai dasar Grand City hingga area Foodloft di lantai paling atas.

BACA JUGA: Intip Serunya Bazar Imlek Kuliner dan Games di Sekolah Ciputra

Kedua barongsai bersama Jai Shen Ye itu melangkah ke kanan dan kiri, menghampiri setiap meja. Mereka melakukan gerakan menunduk, seperti memberi hormat.

Mona Kinta, salah seorang pengunjung, menggendong bayinya. Dia menghampiri barongsai berwarna kuning, lalu memasukkan amplop angpau berwarna merah ke dalam mulut barongsai tersebut. "Tradisinya memberi angpau pada barongsai. Berbagi kebahagiaan jelang tahun baru Imlek," ujarnya.

Kanaka Bumi, anak kecil berusia 4 tahun, tampak sedikit takut ketika diajak berfoto bersama barongsai. Ia beberapa kali menengok ke atas dan ke dalam kostum barongsai. Memastikan yang memainkan kostum tersebut benar-benar orang.

Gunawan Wibisono memanggil istri dan putrinya untuk berfoto bersama barongsai. Ia dan keluarganya memasukkan beberapa angpau ke mulut barongsai. 

"Kami masih merawat tradisi Tionghoa seperti rutin mendoakan leluhur. Termasuk Imlek. Jika ada pertunjukan barongsai, sebaiknya memberi angpau. Simbol agar hidup lebih berkah dan lancar sepanjang tahun," ujar pria 45 tahun itu.

Barongsai dan Dewa Rezeki juga memasuki ruangan-ruangan yang memasang angpau di atap. Kedua barongsai itu memberi hormat di depan pintu masuk, lalu beratraksi. Pemain kepala diangkat oleh pemain ekor. Kemudian mengambil angpau-angpau itu.

Ketika masuk, kedua barongsai menundukkan kepalanya di antara barang-barang yang dijual. Kemudian di setiap titik ruangan. Simbol pembersihan. Supaya energi negatif dalam ruangan itu dapat dihilangkan.

"Memang bisa menjadi sarana pembersihan untuk energi negatif. Jadi kami akan memasuki ruangan-ruangan yang ada angpaunya. Itu tanda supaya barongsai datang dan melakukan pembersihan. Dalam tradisi Tionghoa, fungsi barongsai memang seperti itu," ujar Bambang Edison (Gwan), ketua Boen Bio Khuan Loke.

BACA JUGA: Imlek Berkaitan Erat dengan Awal Musim Semi, Ini Kebiasaan-Kebiasaan yang Dilakukan di Tiongkok

Setelah berkeliling, mereka mempersiapkan diri untuk tampil di main atrium dalam Barongsai Tonggak Performance. Beratraksi di atas tonggak-tonggak berbagai ukuran. Keahlian atraksi itu didapat dari proses belajar para pemainnya di Malaysia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: