Ekonomi Global Fluktuatif, Jokowi Peringatkan Pelaku Jasa Keuangan untuk Tetap Waspada

Ekonomi Global Fluktuatif, Jokowi Peringatkan Pelaku Jasa Keuangan untuk Tetap Waspada

Jokowi saat menghadiri Pertemuan Industri Jasa Keuangan 2024, tepatnya di Ballroom The St. Regis, Jakarta, Selasa, 20 Februari 2024. --

HARIAN DISWAY - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi peringatan bagi seluruh pihak di sektor jasa keuangan agar tetap waspada. Terlebih, kondisi ekonomi global saat ini cenderung fluktuatif dengan masifnya disrupsi teknologi. 

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Pertemuan Industri Jasa Keuangan 2024, tepatnya di Ballroom The St. Regis, Jakarta, Selasa, 20 Februari 2024.

BACA JUGA: Laba BUMN Tembus Rp 303,7 triliun, Sektor Jasa Keuangan Mendominasi

“Kita harus banyak belajar pada kasus-kasus masa lalu, baik di 1998, di Asian Financial Crisis, kemudian di 2008 juga Global Financial Crisis, dan juga di berbagai–kita lihat jatuhnya Silicon Valley Bank ini juga mengharuskan kita semuanya untuk berhati-hati dalam menjaga industri keuangan kita, menjaga ekonomi kita,” tegas Jokowi.


Presiden Joko Widodo Saat Menghadiri Pertemuan Industri Jasa Keuangan 2024--Instagram Presiden Jokowi

Tidak hanya itu, Jokowi juga menekankan pentingnya menjaga inklusifitas kondisi ekonomi, serta memperkuat literasi keuangan. “Catatan saya di sini, tingkat inklusi keuangan kita di angka 75 persen dan tingkat literasi kita masih diangkat 65 persen di 2023,” terang Jokowi.

Menunjang hal tersebut, Jokowi selaku Presiden Indonesia memanfaatkan perbankan dan asuransi guna mengembangkan UMKM. Dengan demikian, inklusifitas ekonomi dan literasi keuangan dapat diperkuat. 

BACA JUGA: Ma'ruf Amin Sambut DPP ALFI: Strategi Logistik, Mengintip Model Terbaik dari Thailand untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

“Kredit perbankan untuk UMKM saat ini masih di angka 19 persen. Ini perlu sebuah terobosan, perlu sebuah strategi agar ada peningkatan kredit perbankan terhadap UMKM sehingga kita bisa melihat UMKM kita tumbuh dengan baik,” ujar Jokowi.

Kendati demikian, Jokowi tetap optimis menyambut 2024 dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. “Ekonomi Indonesia juga tumbuh masih sangat baik yaitu 5,05 persen, inflasi juga terkendali terjaga di 2,57 persen," ungkap Jokowi.

"Cadangan devisa kita masih di USD145 billion, neraca dagang kita juga surplus USD36 billion atau kira-kira Rp570 trilliun, current account deficit kita juga surplus di 0,16 persen. Saya kira angka-angka seperti ini yang harusnya kita optimis terhadap ekonomi Indonesia di tahun 2024,” lanjutnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: laman resmi kementerian keuangan republik indonesia