Harga Beras Mahal, Jokowi Sebut Sedang Terjadi Inflasi Pangan Dunia: Susah Cari Beras Impor

Harga Beras Mahal, Jokowi Sebut Sedang Terjadi Inflasi Pangan Dunia: Susah Cari Beras Impor

Jokowi dalam Pidato Arahan-nya Pada Rapat Pimpinan TNI-Polri 2024--

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Mahalnya harga beras belakangan disebut pemerintah sebagai akibat kelangkaan bahan pokok makanan akibat inflasi pangan dunia.

Inflasi ini mengakibatkan alur ekspor-impor mengalami perubahan.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato arahan-nya pada Rapat Pimpinan TNI-Polri 2024 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 24 Februari 2024.

Presiden Jokowi menerangkan bahwa imbas konflik antar negara merupakan salah satu faktor dari terjadinya inflasi pangan yang melanda dunia.

“Kita tahu konflik di Ukraina belum selesai, datang konflik Gaza, ada tambahan Yaman, sehingga menyebabkan inflasi pangan melanda dunia,” terang orang nomor satu di Indonesia tersebut.


Presiden Jokowi Saat Ditemui Awak Media Setelah Rapat Pimpinan TNI-Polri 2024--Sekretariat Presiden Republik Indonesia

BACA JUGA:Dapat Informasi Beras Bulog Dijual ke Pengepul, Paguyuban Pedagang Pasar Surabaya Turun Gunung

Terlebih, adanya konflik tersebut mengakibatkan ketidakpastian ekonomi, politik, hingga geopolitik dunia.

“Geopolitik dunia juga sulit dihitung, sulit kalkulasi. Lanskap ekonomi, lanskap politik dunia juga sulit dikalkulasi, sulit dihitung,” ungkap Presiden Jokowi.

Imbas ketidakpastian tersebutlah yang menyebabkan alur ekspor-impor pangan di dunia mengalami pergeseran, termasuk dalam komoditas beras maupun gandum.

BACA JUGA:Harga Gabah Turun, Bapanas Pastikan Harga Beras Terkoreksi

“Kita tahu kalau dulu banyak yang menawarkan kepada kita, misalnya beras. Hampir semua negara produsen beras menawarkan berasnya kepada kita. Sekarang ini kita mencari beras di negara-negara produsen sudah tidak gampang dan tidak mudah,” terang Presiden Jokowi.

“Semuanya sekarang ini ngerem untuk tidak ekspor bahan pangannya, baik gandum maupun beras akibat perubahan iklim, akibat perubahan cuaca dan gangguan rantai pasok,” tambahnya.

Meskipun demikian, pemerintah telah mengupayakan tercukupinya salah satu bahan pokok makanan tersebut bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: