Harga Gabah Turun, Bapanas Pastikan Harga Beras Terkoreksi

Harga Gabah Turun, Bapanas Pastikan Harga Beras Terkoreksi

Kepala Bapanas dalam Keterangan Pers-nya, 26 Februari 2024--Youtube Sekretariat Kabinet RI

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo menekankan bahwa harga beras akan turun mengikuti turunnya harga gabah pada keterangan Pers-nya usai SKP, Senin, 26 Februari 2024.

Penurunan harga gabah tersebut ditemui di beberapa wilayah yang sudah melakukan panennya, seperti Sumatera Selatan.

“Sebelumnya harga gabah itu diatas Rp8.000-8.600, hari ini turun ke Rp7.600 bahkan ada di beberapa tempat angkanya juga di bawah Rp7.000, seperti di Sumatera Selatan,” ungkap Arief.

“Jadi kalo harga gabah saat ini berangsur turun ke Rp7.000-7.600 artinya harga beras pasti akan terkoreksi,” tambahnya.


Arief Prasetyo dalam Keterangan Pers-nya--Youtube Sekretariat Kabinet RI

BACA JUGA:BULOG Pastikan Stok Beras Terjamin Saat Bulan Ramadan hingga Lebaran

Meskipun demikian, Arief Prasetyo juga menekankan bahwa penurunan harga tetap akan dijaga stabilitasnya, terlebih hal tersebut dapat mempengaruhi nilai tukar yang dimiliki petani, seperti nilai tukar petani untuk tanaman pangan (NTTP) dan juga harga di hilir.

“Pak Presiden barusan juga menyampaikan bahwa nilai tukar petani itu harus dijaga, jangan sampai nanti harganya drop signifikan sampai harganya di bawah dari HPP,” tegasnya.

Tidak hanya itu, naiknya biaya input seperti pupuk dan sewa lahan juga menjadi pertimbangan tersendiri dari penentuan harga beras nantinya.

BACA JUGA:Kemendagri Imbau Pemda Koordinasi dengan Bulog Bantu Salurkan Beras SPHP

Menanggapi hal tersebut, mantan Dirut Tjipinang Food Station Jakarta ini mewakili pemerintah menegaskan bahwa program beras SPHP merupakan solusi dari ketidakstabilan harga beras imbas El Nino.


Kepala Bapanas bersama Menteri Pertanian dalam Keterangan Pers-nya--Youtube Sekretariat Kabinet RI

“Kemudian SPHP tetap dijalankan, beras komersial juga ada penambahan lagi dari pak Presiden. Jadi, di akhir tahun ada 200 ribu ton yang diberikan kepada teman-teman penggilingan padi untuk membantu mempercepat, kemudian di awal tahun ada 200 ribu ton, Hari ini kita siapkan lagi 200 ribu ton, sambil mengganjal sampai dengan panen di bulan Maret,” jelasnya.

Kepala Bapanas tersebut menambahkan bahwa beras dengan harga di bawah Rp14.000 merupakan beras intervensi dari pemerintah, terlebih dengan banyaknya program bantuan beras telah disediakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: keterangan pers kepala bapanas