Beras Satu Harga Segera Berlaku, Bulog Patok SPHP Rp12.500 per Kilogram

Beras Satu Harga Segera Berlaku, Bulog Patok SPHP Rp12.500 per Kilogram

Beras SPHP bakal dibatasi quantity pembeliannya. Namun pedagang di pasar tradisional minta kualitasnya diperbaiki.-Foto: Bianca/Disway.id-

HARIAN DISWAY – Beras selalu menjadi persoalan krusial bagi masyarakat Indonesia. Sedikit saja harga naik, dampaknya langsung terasa. Kini, pemerintah membawa satu rencana besar yaitu penyeragaman harga beras atau yang dikenal dengan beras satu harga. 

Setelah Indonesia dinyatakan swasembada beras pada 2025, pemerintah menargetkan harga beras bisa sama di seluruh wilayah. Dari Sabang sampai Merauke. Tidak ada lagi cerita beras di timur jauh lebih mahal.

Jenis beras yang dipakai adalah beras SPHP yang diampu oleh Perum Bulog. Bukan beras premium. Tapi beras medium untuk kebutuhan harian.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut, konsep ini sudah disetujui pemerintah secara prinsip. Tinggal dimatangkan secara teknis.

BACA JUGA:Prabowo Klaim Indonesia Swasembada Beras, Produksi sudah Penuhi Kebutuhan Nasional

BACA JUGA:Bulog Kirim 20 Ton Beras untuk Korban Bencana di Aceh

“(Jadi) beras SPHP satu harga. Itu nanti keluar gudang kami rencanakan Rp 11.000 per kilo,” kata Rizal melansir dari website resmi Badan Pangan Nasional.

Artinya, di mana pun lokasi gudangnya, harganya sama. Lalu berapa di tangan pembeli? Harga eceran tetap mengikuti HET Rp 12.500 per kilogram. Selisih Rp 1.500 menjadi margin keuntungan pedagang.

Jadi para pedagang tak perlu takut rugi. Tapi juga tidak dibebani harga yang melonjak.

Program ini ditargetkan mulai mulai tahun 2026, dengan penyaluran SPHP diperkirakan dimulai Februari 2026. Namun selama Januari 2026, beras SPHP masih tersedia lewat perpanjangan program tahun 2025.

BACA JUGA:Viral Beras Bantuan Dijatuhkan dari Helikopter di Tapanuli Utara, Tidak Bisa Dimakan

BACA JUGA:Ini Solusi Jaga Harga Beras

Selain itu, ada kabar lain yang tak kalah penting. Batas pembelian akan diperlonggar.

Dari semula maksimal 10 kilogram, direncanakan naik menjadi 25 kilogram per konsumen. Artinya, bisa lebih tenang menyetok beras di rumah.

Soal stok, pemerintah mengklaim tidak main-main. Target SPHP 2026 mencapai 1,5 juta ton. Ditambah cadangan untuk bantuan pangan dan pasar umum.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut konsep ini seperti BBM satu harga. Negara menanggung ongkos distribusi agar masyarakat tidak menanggung ketimpangan wilayah.

BACA JUGA:Aturan Main Beras SPHP: Maksimal Beli 10 Kg, Pelanggar Kena Sanksi!

BACA JUGA:Inilah Penyebab Harga Beras Mahal

“Jangan sampai misalnya (masyarakat) Indonesia Timur membayar lebih mahal,” tegasnya.

Bagi ibu-ibu, harapan dari kebijakan ini sederhana. Harga beras lebih stabil, belanja pun terasa lebih tenang.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Airlangga

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: