Sinyal Pesawat Smart Air Diduga Terdeteksi di Kaltara Usai Hilang Kontak Seharian

Sinyal Pesawat Smart Air Diduga Terdeteksi di Kaltara Usai Hilang Kontak Seharian

Sinyal pesawat Smart Air diduga terdeteksi di Kaltara usai hilang kontak sejak 8 Maret 2024 pukul 08.25 Wita. --ilustrasi

HARIAN DISWAY - Pencarian pesawat Smart Air yang diperkirakan jatuh di Nunukan, Kalimantan Utara, membuahkan hasil. Tim pencari menemukan sinyal Long Term Evolution (LTE) dari pesawat tersebut. Ini memberikan titik terang dalam proses pencarian yang berlangsung lebih dari 24 jam.

"Titik terakhir sinyal LTE terdeteksi berada di dekat wilayah Binuang," ujar Kepala Kantor Tarakan, Syahril menggambarkan rute perjalanan pesawat pada Sabtu, 9 Maret 2024.

Secara umum, sinyal LTE merupakan bentuk komunikasi nirkabel canggih yang bergantung pada infrastruktur jaringan, menawarkan alternatif biaya yang lebih rendah daripada komunikasi berbasis satelit yang telah umum digunakan sebelumnya.

BACA JUGA:Kemenhub Layangkan Teguran Keras Pada Batik Air Pasca Insiden Pilot dan Kopilot Tertidur Dalam Penerbangan Kendari-Jakarta

Sinyal tersebut berhasil terdeteksi setelah Tim SAR menggunakan Pesawat Boeing 737-200 milik TNI AU dalam operasi pencarian Smart Air. Beberapa warga di sekitar lokasi juga melaporkan mendengar suara pohon tumbang yang diduga akibat tabrakan dengan pesawat.

"Saya tidak yakin dengan nama bukitnya. Namun, di koordinat tersebut, kami berhasil mendapatkan sinyalnya di 3 derajat 64, di posisi tersebut," jelas Syahril.

Proses pencarian pesawat Smart Air dipercepat hari ini. Tim evakuasi awalnya menetapkan tiga titik fokus pencarian.

BACA JUGA:Pilot dan Kopilot Batik Air Tertidur Bersamaan Saat Penerbangan Kendari-Jakarta

"Lokasi pencarian: 3°37'34.58"N 116°24'51.46"E (Lokasi Spider), 3°44'10.00"N 115°50'53.58"E (LUT Singapura), dan 3°44'9.10"N 115°55'45.36" (LUT Australia)," ujar Kabid Humas Polda Kalimantan Utara Kombes Budi Rachmad saat dihubungi.

Selain pesawat Boeing milik TNI AU, sejumlah alutsista turut diterjunkan dalam operasi pencarian pesawat Smart Air. Dua helikopter juga ikut ambil bagian dalam pencarian hari ini.

"Sarana yang dikerahkan termasuk Rescue Car Dmax, tiga pesawat Fix Wing (PK-SNO, PK-SNG, PK-VVU), Heli Bell BKO Koopsdam VI/Mlw, Heli Rapeling dengan lima set, Alkom, serta Halmatro Rescue Cuting," ujarnya.

BACA JUGA:Banyak Pesawat Ditembaki KKB, Kemenhub Pastikan Bandara-Bandara di Papua Tetap Beroperasi

Pesawat kargo Smart Air diperkirakan jatuh di Bukit Narif di wilayah Krayan Tengah, Nunukan, pada Jumat, 8 Maret 2024. Pesawat tersebut diketahui membawa satu pilot dan satu teknisi.

Kementerian Perhubungan menyatakan telah menyiapkan posko pusat krisis di Bandara Tarakan dan Bandara Malinau untuk mengumpulkan informasi terkait pencarian pesawat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: