Bonjour Jakarta!: Rafale dan Taring Baru Sang Macan Asia yang Mematikan
ILUSTRASI Bonjour Jakarta!: Rafale dan Taring Baru Sang Macan Asia yang Mematikan.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
”Un Bel Avion Est Un Avion Qui Vole Bien.”
KALIMAT legendaris yang diucapkan Marcel Dassault tersebut tidak sekadar memuji keelokan rupa sebuah mesin terbang. Kalimat itu merangkum sebuah kebenaran absolut dalam dunia kedirgantaraan yang menyatakan bahwa keindahan sejati sebuah jet tempur lahir dari dominasi mutlaknya di udara.
Filosofi itu mengajarkan bahwa bentuk aerodinamis yang sempurna bukan hanya soal estetika visual, melainkan juga representasi dari fungsi mematikan yang tersembunyi di balik lekuk tubuh pesawat. Kini, pada awal 2026, filosofi desain Prancis tersebut telah mendarat dengan gagah di pelukan ibu pertiwi.
Kehadiran armada Dassault Rafale di langit Indonesia bukan sekadar penambahan daftar alat utama sistem senjata (alutsista). Peristiwa itu adalah sebuah proklamasi kedaulatan yang lantang, sebuah sinyal strategis yang menandakan bahwa Sang Macan Asia telah terjaga dari tidur panjangnya.
BACA JUGA:3 Jet Tempur Rafale Tiba di Indonesia, Kemhan Pastikan Siap Dioperasikan TNI AU
BACA JUGA:Ukraina Dapat 100 Jet Rafale F4 dari Prancis untuk Perkuat Pertahanan Hadapi Serangan Rusia
Indonesia kini bangkit dengan keanggunan yang mematikan, siap menjaga marwah bangsa di tengah pusaran geopolitik kawasan Indo-Pasifik yang makin panas dan penuh ketidakpastian.
Secara teknis dan aerodinamika, Rafale adalah sebuah mahakarya yang memadukan estetika seni dengan keganasan mesin perang murni. Pesawat itu dirancang dengan konfigurasi sayap delta dan canard yang memberikan kelincahan yang menantang nalar fisika.
Desain tersebut memungkinkan pesawat untuk melakukan manuver tajam dalam ruang sempit yang akan melumpuhkan jet tempur konvensional lainnya. Kemampuan manuver itu sangat krusial dalam pertempuran jarak dekat atau dogfight, ketika posisi menentukan hidup dan mati seorang penerbang.
BACA JUGA:Jet Tiongkok Tembak Jatuh Rafale, Indonesia Harus Belajar
Dukungan mesin ganda Snecma M88 4E menjadi jantung pacu yang memberikan tenaga luar biasa bagi jet tempur tersebut. Salah satu fitur paling revolusioner yang dibawa oleh mesin itu adalah kemampuan supercruise.
Itu adalah kemampuan untuk melesat melampaui kecepatan suara tanpa harus mengaktifkan afterburner yang boros bahan bakar. Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, fitur itu adalah napas baru yang sangat strategis.
Kemampuan supercruise memungkinkan Angkatan Udara kita untuk merespons ancaman di zona ekonomi eksklusif (ZEE) yang sangat luas dengan kecepatan kilat. Pilot tempur kita kini memiliki jangkauan patroli yang jauh lebih luas dan durasi tempur yang lebih lama di atas samudra tanpa perlu khawatir kehabisan bahan bakar di tengah misi.
Namun, kekuatan Rafale tidak hanya terletak pada kecepatan dan kelincahannya. Kecerdasan sejati dari pesawat itu bersemayam pada sistem Spectra alias Systeme De Protection Et D Evitement Des Conduites De Tir Du Rafale.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: