16 Besar All England 2024: Apriyani/Fadia Waspadai Ayako Sakuramoto/Rena Miyaura

16 Besar All England 2024: Apriyani/Fadia Waspadai Ayako Sakuramoto/Rena Miyaura

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti saat berlaga di babak 32 besar All England 2024 melawan Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela-PBSI-

HARIAN DISWAYApriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti berpeluang untuk mencapai babak perempat final pertamanya tahun ini. Mereka akan bertemu dengan Ayako Sakuramoto/Rena Miyaura di 16 besar All England 2024.

Pertemuan pada Kamis, 14 Maret 2024 itu nanti menjadi yang pertama bagi mereka. Status Apri/Fadia lebih unggul. Mereka berada di ranking 9 dunia. Sementara Sakuramoto/Miyaura tiga strip di bawah.

Apri/Fadia patut waspada. Pasalnya Sakuramoto/Miyaura sebelumnya telah menumbangkan kompatriot sekaligus unggulan kedelapan, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dalam rubber game 21-15, 17-21, 21-15.

“Kami belum pernah bertemu sebelumnya. Jadi, kami akan mempelajari permainan mereka lewat rekaman video. Siapkan lagi kelebihan kami, perbaiki kekurangan dan antisipasi pola mereka,” kata Apri melalui Tim Humas dan Media PP PBSI.

BACA JUGA:Liga Voli Korsel: Megawati dan Tim Red Sparks Tumbang di Kandang Sendiri

BACA JUGA:Bagas/Fikri Lolos ke Babak 16 Besar All England 2024, Bakal Lawan The Daddies?

Apri/Fadia berhasil lolos dari babak 32 besar All England 2024. Dalam hari pertama turnamen Super 1000 tersebut, mereka menghantam Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela 21-18, 21-12 di Utilita Arena Birmingham, Inggris. 

Pertandingan selesai dalam tempo 43 menit. Apri/Fadia menghentikan momentum Jolly/Pullela di set pertama.

Setelah itu mereka melangkah mulus di set kedua. Apri/Fadia pun mengemas kemenangan ketiga atas pemain ranking 22 dunia itu.

BACA JUGA:All England 2024 Jadi Ujian Kedua Tim Ad Hoc Olimpiade, Ini Kata Psikolog

BACA JUGA:Ayah Marcus Sempat Tidak Setuju Anaknya Pensiun Lebih Awal

“Di awal kami sudah in. Tapi setelah internal gim pertama, permainan kami mengendur, sempat hilang fokus dan memperlambat tempo yang membuat lawan bangkit. Setelah itu kami banyak komunikasi dan bisa kembali mengontrol pertandingan,” imbuh Fadia.

Tahun ini terasa lebih menantang bagi Apri/Fadia. Mereka berupaya mengamankan tiket ke Olimpiade paris 2024 di tengah kondisi Apri yang dihantui cedera.

Tahun ini saat berlaga di Indonesia Masters dan French Open, Apri/Fadia tidak bisa mencapai babak perempat final.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: