Cheng Yu Pilihan Owner Taiyo Jodi Hendrikus Susanto: Shui Di Shi Chuan

Cheng Yu Pilihan Owner Taiyo Jodi Hendrikus Susanto: Shui Di Shi Chuan

Cheng yu pilihan owner Taiyo Jodi Hendrikus Susanto: shui di shi chuan. --HARIAN DISWAY

KALAU Anda melihat Jodi Hendrikus Susanto yang sekarang, Anda tak akan pernah menyangka ia pernah sakit parah beberapa tahun yang lampau. Betapa tidak? Badan Jodi gempal. Perawakannya tinggi. Wajahnya selalu tersenyum.

Bisa dipastikan, Anda akan kesulitan menemui owner perusahaan perkakas bangunan merek Taiyo dan presiden direktur PT Ekamant Indonesia, produsen ampelas terkemuka asal Swedia, tersebut dengan muka yang merengut. 

Padahal, saking gawatnya penyakitnya saat itu, sampai-sampai ketika ia pergi ke salah satu dokter di Jakarta, sang dokter langsung menangis sambil melangitkan doa kepada Yang Mahakuasa agar Jodi diberi kesabaran menghadapi sakitnya yang dalam perkiraan sang dokter hampir mustahil untuk disembuhkan.

BACA JUGA: Cheng Yu Pilihan Pemilik Perusahaan Plastik Freddy Hartanto: Cun Cao Chun Hui

Tapi, bukan Jodi namanya bila gampang menyerah. "Saya mengamalkan prinsip hidup salesman. Sales tidak akan mendapatkan contact kalau cuma duduk saja," kata Jodi, yang memang punya background marketing.

Makanya, di tengah sakitnya, Jodi terus bersemangat mencari dokter ke mana-mana. Ia berbulan-bulan bolak-balik Singapura. Anda bisa bayangkan berapa biaya yang dihabiskannya. 

"Di Singapura, saya ketemu dokter yang bilang ia memiliki kabar baik dan kabar buruk untuk saya. Kabar baiknya, penyakit saya bukan kanker; berarti bisa disembuhkan. Kabar buruknya, ia mengatakan tidak tahu apa penyakit saya," kenang Jodi, seraya tertawa.

BACA JUGA: Cheng Yu Pilihan Pramugari Garuda Indonesia Zevanya Wotulo: Bao Si Liu Pi, Ren Si Liu Ming

Aneh betul. Anda barangkali pernah memasukkan air ke dalam balon, lebih kurang seperti itulah penyakit yang diidap Jodi.

Paru-parunya keluar air, dan airnya perlahan memenuhi tubuhnya –sehingga harus dikeluarkan dengan selang agar tidak membuat tubuh Jodi makin seperti balon yang diisi air tadi. 

Istri Jodi tak henti-hentinya berdoa. "Dia tiap hari bangun jam 3 untuk berdoa. Paginya ke gereja, untuk juga berdoa," ungkap Jodi, terharu.

BACA JUGA: Cheng Yu Pilihan Rektor Universitas Surabaya Benny Lianto: Sheng De Bu Min

Usaha tak mengkhianati hasil. Jodi akhirnya menemukan kontak dokter Jerman. Namanya dr Chan. Asal Yogyakarta. Tiga bulan ia menanti balasan surel darinya. 

Sambil menunggu, Jodi mondar-mandir ke Singapura: untuk membuang air dari tubuhnya. Di tengah penantian, ia tetap bekerja seperti tak terjadi apa-apa –kendati ia telah menata siapa yang akan menjadi penerusnya di perusahaan yang dibesarkannya jika kelak ia mangkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: