Mereaksi Ketegangan Timur Tengah, Rupiah Melemah

Mereaksi Ketegangan Timur Tengah, Rupiah Melemah

Pecahan mata uang rupiah.-Bank Indonesia-

Kondisi itu akhirnya menyebabkan semakin kuat sentimen risk off. Sehingga mata uang emerging market (EM) khususnya di Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) menguat dari angka 104 menjadi di atas 106.

“Selama libur lebaran, pasar non deliverable forward (NDF) rupiah di offshore juga sudah tembus di angka sekitar 16.100. Dengan demikian, rupiah dibuka di sekitar angka tersebut," bebernya. 

Untuk mengatasi melemahnya rupiah, BI akan mempertahankan stabilitas rupiah. Caranya dengan menjaga keseimbangan penyediaan permintaan valuta asing (valas) di market melalui triple intervention. Khususnya di spot dan Domestic Non Deliverable Forward.

Cara berikutnya yang akan dilakukan BI adalah meningkatkan daya tarik aset rupiah untuk mendorong arus modal masuk (capital inflow). Tindakan ini akan dilakukan melalui daya tarik sekuritas rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan hedging cost. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: