Gaya Hidup Ramah Hewan Peliharaan: Mewujudkan Keseimbangan Emosional dan Sosial

Gaya Hidup Ramah Hewan Peliharaan: Mewujudkan Keseimbangan Emosional dan Sosial

Keseimbangan emosional dan kebahagiaan, semua dimulai dari cinta kepada hewan peliharaan. -Julie Eyster-Pinterest

Aktivitas sederhana seperti berjalan santai bersama anjing di taman kota memiliki manfaat ganda: menjaga kebugaran fisik dan membuka peluang interaksi sosial.

Tren gaya hidup ramah hewan peliharaan berkembang pesat sejak pertengahan 2010-an, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara kerja dan rekreasi.

Komunitas pecinta hewan pun bermunculan, mengadakan event seperti Gathering, Pet Festival, hingga Workshop Perawatan Hewan. Misalnya, acara "Jakarta Pet Fest" yang diadakan setiap tahun berhasil mengumpulkan ratusan pemilik hewan peliharaan untuk saling bertukar pengalaman.

BACA JUGA: Hewan Peliharaan Carter Pesawat

Data dari Euromonitor International menunjukkan bahwa pasar produk dan layanan untuk hewan peliharaan di Asia Tenggara tumbuh lebih dari 8 persen per tahun. Selain berdampak pada sektor sosial dan ekonomi, gaya hidup ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya perawatan kesehatan hewan.

Menurut World Small Animal Veterinary Association, perawatan preventif seperti vaksinasi dan pemeriksaan rutin dapat meningkatkan umur hewan peliharaan hingga 20 persen lebih lama.

Di balik setiap langkah pemilihan tempat makan atau menginap yang ramah hewan peliharaan, tersirat keinginan untuk hidup lebih harmonis dan peduli terhadap semua makhluk hidup.

BACA JUGA: Tingkatkan Kesadaran Kesejahteraan Hewan, Ascott Jakarta Berkolaborasi dengan Beyond Bliss

Kafe dan hotel yang telah disebutkan tidak hanya sekedar tempat fisik, melainkan simbol perubahan nilai, di mana hubungan antara manusia dan hewan menjadi lebih intim dan bermakna. bahwa gaya hidup ramah hewan peliharaan merupakan refleksi dari empati, tanggung jawab, dan komitmen kita untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Mengintegrasikan hewan peliharaan ke dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya tentang kebahagiaan pribadi, tetapi juga mendukung pertumbuhan industri kreatif dan inovatif, menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

*) Pingki Maharani, mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: