Menggalakkan Riset Aksi untuk Kebermanfaatan Kampus

Menggalakkan Riset Aksi untuk Kebermanfaatan Kampus

ILUSTRASI Menggalakkan Riset Aksi untuk Kebermanfaatan Kampus.-Arya-Harian Disway-

RISET dan peran peneliti perguruan tinggi (perti) mendapat kritik agak keras dan tajam akhir akhir-akhir ini. Sebab, kontribusi peneliti dan hasil RISET dianggap belum signifikan dalam pemecahan berbagai masalah mutakhir. 

Riset dan peran para peneliti dianggap belum mampu menghadirkan solusi atas berbagai masalah sosial yang kian kompleks dan cenderung rumit. 

Selama ini peran lembaga riset, termasuk di dalamnya perti, seolah mengambil jarak dengan problem sosial kekinian masyarakat sehingga menimbulkan anggapan bahwa lembaga riset dan perti terlampau asyik masyuk dengan diri sendiri. 

BACA JUGA:Anggaran Pendidikan Dipangkas, Akademisi Unair Sebut Kualitas Akademik dan Riset Terancam Menurun

BACA JUGA:Lompatan Riset Kampus LPTKNI

Hingga kini perti tetap menjadi menara gading bagi masyarakat lingkungannya dan asyik menggumuli kebenaran dan kemegahan di masa lalu seolah melupakan peran strategis sebagai pembaharu, kontributif, dan solutif bagi masyarakat sekitarnya.

Sementara itu, realitas sosial dan faktual kian kompleks dan muncul banyak sekali permasalahan dalam sistem sosial yang membutuhkan perbaikan atau pemecahan masalah dalam sistem sosial itu. 

Perti seolah menjadi mercusuar yang terlihat megah dan gagah, tetapi minim empati dan daya penerangan kepada lingkungannya. Tentu saja itu menjadi otokritik tajam terhadap peran perti. 

BACA JUGA:BRIN Riset Lidah Buaya Jadi Solusi Pangan Nasional untuk Cegah Stunting

BACA JUGA:Lembaga Riset Siber Laporkan 14 Kasus Serangan Siber Selama 2024

Banyak hasil riset yang akhirnya menumpuk di perpustakaan dan di kampus serta sering berhenti pada seminar dan diskusi. Setelah itu selesai tanpa adanya tindak lanjut untuk memberikan solusi dan manfaat langsung bagi masyarakat. 

Situasi itu kerap memantik lelucon, jika seminar dan diskusi hasil riset Indonesia disambung-sambung bisa menjadi jembatan yang bisa menghubungkan kepulauan Nusantara karena terlalu banyaknya diskusi dan seminar hasil riset. 

Riset perti sejauh ini masih sekadar menjadi riset an sich dengan metode ilmiah sains dan belum menjadi solusi praksis yang bisa dipakai langsung oleh stakeholder untuk perbaikan dan solusi atas masalah yang sedang dihadapi. 

BACA JUGA:Gairah Riset Perguruan Tinggi: Perjodohan dan Aktualisasi Diri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: