Saat Terdakwa Pembunuh Wartawan Itu Letoy

Rumah Rico Sempurna Pasaribu di Kabanjahe yang dilahap api. --Dok
Bebas ditangkap polisi, disidik, akhirnya diadili di Pengadilan Negeri Kabanjahe (lokasi Bebas pingsan). Ia divonis hukuman penjara 4 tahun 4 bulan.
Seusai menjalani hukuman penjara, Bebas masih melakukan tindak kekerasan lagi. Diadili lagi. Dipenjara lagi. Lokasinya juga di tempat kelahirannya di Kabanjahe. Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Imam Effendi kepada wartawan waktu itu mengatakan: ”Bebas sudah dua kali dihukum penjara. Salah satunya pembunuhan.”
Jadi, Bebas sudah membunuh orang pada 43 tahun silam. Tapi, ia pingsan saat akan menghadiri sidang vonis.
Memang, jelang sidang vonis, apalagi untuk perkara pembunuhan berencana, semua terdakwa pasti takut dihukum mati. Reaksinya bisa tenang saja. Bisa juga pingsan seperti Bebas.
Kejadian serupa terjadi di California, Amerika Serikat (AS). Dikutip dari CBS News, 14 November 2017, berjudul Defendant collapses in court after guilty verdict in murder-for-hire plot, diungkapkan terdakwa pembunuhan berencana pingsan di ruang sidang. Terdakwanya perempuan, Diana Lovejoy, 45.
Pada berita tersebut, ada rekaman video. Rekaman detik-detik menjelang Lovejoy pingsan ketika hakim membacakan fakta-fakta perkara.
Di situ tampak, Lovejoy duduk di kursi terdakwa dengan didampingi kuasa hukum. Wajahnyi kelihatan gelisah. Pandangan mata kosong. Lalu, pelan-pelan dia menunduk. Terus menunduk. Sampai tertelungkup di meja.
Acara sidang adalah mendengarkan putusan juri. Di sana putusan terdakwa bersalah satu tidak ditentukan dewan juri. Jika tidak bersalah, terdakwa langsung dibebaskan. Jika bersalah, hakim akan menentukan hukuman.
Saat Lovejoy jatuh ke lantai, terdengar suara perempuan menangis. Perempuan itu meminta orang untuk menolong Lovejoy. Mungkin keluarga atau kerabat Lovejoy. Hakim Sim von Kalinowski menghentikan sidang, meminta pengunjung mengosongkan ruang sidang untuk perawatan medis terdakwa.
Seorang reporter TV yang menolong Lovejoy sebelum paramedis mendorongnya keluar dengan brankar mengatakan kepada wartawan bahwa tampaknya terdakwa sangat terkejut.
Lovejoy didakwa membunuh suaminyi, Greg Mulvihill, 50. Waktu itu mereka akan bercerai. Mereka berebut hak asuh anak. Lalu, Lovejoy menyewa pembunuh bayaran. Seorang instruktur menembak yang mantan anggota US Navy, Weldon McDavid Jr. Targetnya membunuh Mulvihill.
Saat penembakan, Lovejoy dan suaminyi dalam proses perceraian. Kedua pihak mencapai kesepakatan bahwa mereka akan berbagi hak asuh atas putra mereka yang masih kecil. Lovejoy pun harus membayar Mulvihill USD 120.000.
Ternyata Lovejoy tidak ingin berbagi hak asuh anak. Juga, dia tidak ingin memberikan USD 120.000 kepada suami. Lovejoy pun menyewa pembunuh bayaran McDavid. Bayarannya USD 2.000.
McDavid menarik pelatuk, menembak Mulvihill di jalan tanah gelap di Carlsbad pada 1 September 2016. Kena. Peluru mengenai ketiak kiri korban dan keluar dari punggung. Tapi, korban tidak meninggal.
Pertanyaannya, apakah McDavid yang ahli senjata itu melakukannya sebagai pembunuh bayaran ataukah ia hanya mencoba untuk menembak lampu yang dibawa Mulvihill di tangan kirinya? McDavid di persidangan mengatakan, jika bermaksud membunuh orang itu, ia dapat melakukannya dengan mudah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: