Gempa Dahsyat Myanmar-Thailand Tewaskan Lebih dari 700 Orang, Tim Penyelamat Terus Mencari Korban

Sejumlah orang memeriksa reruntuhan bangunan yang ambruk di Mandalay, 28 Maret 2025, setelah terjadi gempa.-STR / AFP-
Kepala Junta Min Aung Hlaing meminta bantuan internasional. Itu sebuah kejadian yang langka. Tidak biasanya Myanmar minta bantuan internasional. Min pun mengakui tingginya tingkat bencana yang terjadi. Negara itu juga menetapkan keadaan darurat di enam wilayah terdampak.
Di sebuah rumah sakit besar di Naypyidaw, tenaga medis terpaksa merawat korban di ruang terbuka. “Saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. Kami berusaha menangani situasi, tetapi sangat melelahkan,” ujar seorang dokter.
BACA JUGA:Gempa 7,7 SR Guncang Myanmar, PM Thailand Gelar Rapat Darurat
Kota Mandalay, berpenduduk lebih dari 1,7 juta orang, mengalami kerusakan berat. Puluhan bangunan hancur. Seorang warga mengungkapkan bahwa sebuah rumah sakit dan hotel runtuh. Kurangnya tim penyelamat semakin memperburuk keadaan.
Tanggapan Internasional
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memberikan bantuan. “Ini sangat buruk. Kami akan membantu,” katanya. Bantuan juga datang dari India, Prancis, Uni Eropa, serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sedang memobilisasi pasokan untuk menangani trauma akibat cedera.
Gempa kali ini disebut sebagai yang terbesar dalam lebih dari satu abad di Myanmar. Banyak negara menawarkan dukungan. Sementara Myanmar terus berjuang mengatasi dampak dari bencana besar ini. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: