Keutamaan Puasa Syawal: Menyempurnakan Ibadah Ramadan

Keutamaan puasa sunnah Syawal yang dilakukan setelah puasa Ramadan, sebagai penyempurna ibadah menurut hadis. --Pexels
HARIAN DISWAY - Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkannya dengan puasa sunah di bulan Syawal.
Puasa Syawal adalah puasa sunah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah.
Puasa ini memiliki banyak keutamaan, terutama dalam menyempurnakan pahala ibadah Ramadhn dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim)
BACA JUGA: 4 Keutamaan Puasa Syawal, Setara dengan Berpuasa Selama 1 Tahun
BACA JUGA: Belum Terlambat Untuk Puasa Syawal, Hafalkan Niat dan Tata Caranya
Hadis ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan puasa Syawal dalam memperoleh pahala yang berlipat ganda. Puasa ini tidak diwajibkan, tetapi sangat dianjurkan bagi mereka yang ingin mendapatkan keutamaan lebih setelah Ramadan.
Berikut merupakan lima keutamaan menjalankan puasa Syawal:
1. Pahala setara dengan puasa setahun
Menjalankan puasa, baik wajib maupun sunnah adalah bentuk ketakwaan dan pengendalian diri. --Freepik
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa dengan menunaikan puasa Ramadan secara penuh dan mengikutinya dengan enam hari puasa Syawal, seseorang akan mendapatkan pahala seakan-akan berpuasa selama setahun penuh.
Ini berdasarkan konsep dalam Islam bahwa setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya sepuluh kali lipat. Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman: "Setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 kali lipat." (HR. Bukhari)
BACA JUGA: Negara-Negara dengan Durasi Puasa Terpanjang dan Terpendek, Ada yang sampai 16 Jam!
2. Penyempurna puasa Ramadan
Seperti halnya shalat sunah rawatib yang berfungsi sebagai penyempurna shalat wajib, puasa Syawal berperan dalam menutupi kekurangan atau ketidaksempurnaan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan puasa Ramadan.
Dalam beribadah, sering kali manusia tidak luput dari kekhilafan, seperti kurangnya kekhusyukan, lalai dalam menjaga adab, atau adanya perbuatan yang mengurangi nilai pahala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: