Ramadan: Bebas dari Keserakahan

Ramadan: Bebas dari Keserakahan

REKTOR Universitas Airlangga Prof Muhammad Nasih bersama mahasiswa asing Unair setelah salat Id 1446 H/2025 M di Masjid Ulul Azmi, Unair.-Bagong Suyanto untuk HARIAN DISWAY-

Padahal, dengan intelektualitas dan keimanan yang dimiliki, umat Islam semestinya mampu mengendalikan hawa nafsunya. Seseorang yang dikendalikan keserakahan akan menghalalkan segala cara untuk memperoleh apa yang diinginkan. 

Orang serakah biasanya tumbuh menjadi sosok yang pelit, kikir, dan selalu berpikir untuk kepentingan diri sendiri. 

Seseorang yang serakah, mereka cenderung terlibat dalam praktik korupsi dan memilih melakukan hal itu untuk meraih apa diinginkan melalui jalan pintas. 

Itu dilakukan bukan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi lebih disebabkan dalam pikirannya selalu direcoki dengan perasaan iri, tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki, serta selalu ingin hal-hal yang berlebihan.

Sebagai umat Islam, Prof Nasih menyatakan bahwa kita sebaiknya senantiasa berusaha mendekati sifat rahman dan rahim. Umat Islam harus selalu berusaha bertaaruf dengan Allah dan terus berusaha menyiapkan diri agar dapat sesuai dengan sifat-sifat Allah. 

Menghadapi berbagai persoalan hidup yang terus mendera, umat Islam sebaiknya jangan terlalu mencintai berbagai hal yang bersifat duniawi.

Seseorang yang terlalu larut dengan hal-hal yang duniawi, jangan kaget jika tumbuh menjadi orang-orang yang selalu merasa serba kekurangan. Ujung-ujungnya, ia memilih melanggar aturan dan norma agama untuk mewujudkan keinginannya yang keliru. (*)


*) Suryanto adalah dekan Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga.


*) Bagong Suyanto adalah dekan FISIP, Universitas Airlangga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: