Perang Dagang dan Keamanan Nasional Tiongkok

Perang Dagang dan Keamanan Nasional Tiongkok

ILUSTRASI Perang Dagang dan Keamanan Nasional Tiongkok.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Untuk menunjang keberhasilan itu, pemerintah Tiongkok telah membangun sistem keamanan nasional terpusat melalui konsep ”keamanan nasional yang komprehensif” untuk mengatasi ancaman yang muncul dari dalam maupun dunia luar. 

Menurut laporan Mercator Institute for China Studies pada 2021, keamanan nasional itu masuk skala prioritas sejak Presiden Xi Jinping naik ke tampuk kekuasaan yang mencakup semua bidang, termasuk bidang ekonomi, militer, budaya, teknologi, dan lingkungan. 

Tidak hanya itu, hubungan dengan mitra perdagangan dari berbagai negara hingga citra dan reputasi Tiongkok dalam skala global masuk skala prioritas tersebut. Pemerintah Tiongkok saat ini memang begitu asertif dalam menghadapi segala bentuk kritik maupun serangan terhadap kepentingan nasionalnya. 

Hal itu selaras dengan tujuan pembangunan yang ingin dicapai Tiongkok pada 2035, yakni mewujudkan modernisasi sosialis sekaligus peringatan 100 tahun pada 2049 guna mencapai modernisasi Tiongkok sepenuhnya.

MENGHADAPI TIONGKOK SAAT INI

Mau tidak mau, suka atau tidak suka, posisi Tiongkok sebagai aktor global memiliki pengaruh yang sangat kuat dan tidak dapat dihindarkan. Negara-negara lain, termasuk sektor swasta yang berada di wilayah Tiongkok saat ini, tentu akan mematuhi hukum dan kepentingan di wilayah tersebut. 

Bagi Presiden Xi Jinping, penting untuk menjaga kelangsungan hidup rezim dan memastikan stabilitas dalam jangka panjang, termasuk membentuk stabilitas di lingkungan internasional agar lebih aman. 

Hal itu dibuktikan dengan makin intensif menghadapi segala bentuk tantangan dan ancaman, terhitung kenaikan tarif perang dagang dengan Amerika Serikat yang jelas mengusik stabilitas keamanan di Tiongkok. (*)

*) Nuke Faridha Wardhani adalah dosen Departemen Politik, Universitas Airlangga

*) Brillin Yapply adalah alumnus ilmu politik, Universitas Airlangga

 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: