Dari Geopolitik hingga AI, Surabaya Marketing Week 2025 Fokus pada Kolaborasi dan Adaptasi

Hadir di Surabaya Marketing Week 2025, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak tekankan kolaborasi, adaptasi, dan pemanfaatan AI sebagai kunci kemajuan Jawa Timur-Sahirol Layeli-Harian Disway-
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Acara tahunan Surabaya Marketing Week (SMW) 2025 kembali digelar untuk ke-13 kalinya di Surabaya, berlangsung selama lima hari dari 27 hingga 31 Agustus 2025.
Memasuki hari kedua atau Corporate Day, agenda itu berfokus pada pentingnya kolaborasi lintas sektor. Juga peran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai akselerator utama pertumbuhan ekonomi dan daya saing Jawa Timur.
Berlangsung di Ballroom Sheraton Surabaya Hotel, acara itu dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai bidang.
BACA JUGA:SPS Corporate Raih Penghargaan di HPN 2025
Founder & Chair of MCorp Hermawan Kartajaya membuka sesi dengan presentasi bertema Tech War or Trade War: Memahami Tantangan Baru Pemasaran.
Ia menyoroti posisi strategis Jawa Timur. Lantas menekankan perlunya adaptasi serta kolaborasi di tengah dinamika geopolitik dan teknologi yang terus berubah.
Menteri BUMN dan Founder Harian Disway Dahlan Iskan juga turut hadir berbagi inspirasi mengenai peluang di tengah situasi geopolitik saat ini-Sahirol Layeli-Harian Disway-
Mantan Menteri BUMN dan Founder Harian Disway Dahlan Iskan juga hadir dalam acara itu. Ia menyoroti potensi pasar ekspor buah tropis ke Tiongkok. Pun, menekankan pentingnya standarisasi kualitas nasional yang jelas dan konsisten. Supaya produk Indonesia bisa lebih berdaya saing di pasar global.
BACA JUGA:Ansugi Law Tambah Divisi Baru, Penuhi Kebutuhan Masyarakat Bidang Non Corporate
"Kita punya keunggulan yang bisa dimanfaatkan. Yaitu bagaimana menggarap pasar buah tropis untuk tujuan ekspor ke Tiongkok," ujar Dahlan.
"Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan men-standarisasi buah-buah tersebut agar bisa masuk ke pasar mereka," tambahnya.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyebut AI sebagai game changer bagi UMKM.
Ia optimistis bahwa teknologi itu mampu membantu menurunkan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan memperluas akses teknologi untuk memperkuat ekonomi lokal Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: