Tiga Hal Indonesia Belajar dari India Soal MBG, Begini Kata Mantan Direktur WHO
Capaian India dalam program Mid-Day Meal menjadi contoh bagi Indonesia dalam memperkuat program Makan Bergizi Gratis.--Disway
LSM ini menjadi pelaksana besar dalam penyediaan makanan bergizi bagi jutaan siswa. Pada 2 April 2024, Akshaya Patra mencatat pencapaian 4 miliar porsi makanan, yang diperingati dalam acara khusus di kantor PBB di New York.
Momen itu diakui sebagai simbol keberhasilan dalam kebijakan kreatif, mutu nutrisi, dan keamanan pangan.
Dari pengalaman India, terdapat tiga pelajaran penting yang dapat diterapkan Indonesia.
Pertama, pelaksanaan program perlu dilakukan secara desentralisasi agar pemerintah daerah memiliki ruang mengatur sesuai kebutuhan lokal.
Kedua, kemitraan publik-swasta penting untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi program. Ketiga, fokus kebijakan harus diarahkan pada tiga hal utama: inovasi kebijakan, jaminan mutu gizi, dan keamanan pangan.
BACA JUGA:Cegah Keracunan, BGN Wajibkan Dapur MBG Gunakan Air Galon dan Batasi Produksi
BACA JUGA:BGN: Produksi MBG Dibatasi Maksimal 3.000 Porsi per Hari
Menurut Prof. Tjandra Yoga Aditama, yang pernah tinggal di New Delhi sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara pada 2015–2020, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi keberhasilan India dalam menjalankan program makan bergizi nasionalnya.
Ia menilai, dengan penerapan prinsip serupa, Indonesia berpeluang mengembangkan program MBG yang lebih efektif dan berkelanjutan.(*)
*)Mahasiswa Magang Prodi English for Business and Professional Communication Politeknik Negeri Malang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: