Monitoring dan Evaluasi RKI dan PMKI di Padang, 27 November 2025: Memastikan Penelitian dan Pengmas yang Berdampak
MUHAMMAD Turhan Yani (kiri) dan Bagong Suyanto di acara monitoring dan evaluasi RKI dan PMKI 2025 yang digelar di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, 27 November 2025.-Dok Pribadi-
LANGIT MENDUNG dan hujan terus-menerus turun di Kota Padang. Namun, itu semua tidak menghalangi antusiasme peserta kegiatan Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) dan Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2025 menggelar seminar serta acara monitoring dan evaluasi.
Tahun ini acara monitoring dan evaluasi RKI dan PMKI 2025 digelar di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, 27 November 2025.
Sebanyak 225 penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan selama tahun 2025 dipresentasikan dan dimonitor perkembangannya. Tanggal 27 November 2025 adalah hari para peneliti mempresentasikan laporan akhir untuk memaparkan berbagai hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan hasil kerja sama dari berbagai universitas.
Berbeda dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat otonom yang dikerjakan oleh dosen di masing-masing perguruan tinggi (PT), ini adalah kegiatan ilmiah yang dilakukan dalam bentuk kolaborasi sejumlah PT.
Tujuan RKI dan PMKI dilaksanakan adalah memperluas kerja sama dan wawasan antar-PT agar dapat dihasilkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih terbuka.
Dengan menyinergikan potensi di berbagai PT, diharapkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dapat memberikan dampak yang lebih nyata bagi kesejahteraan masyarakat, peningkatan kinerja dunia industri dan birokrasi.
LANGKAH YANG PERLU DILAKUKAN
Bagi dunia PT, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat adalah bagian dari kegiatan tridarma yang menjadi tanggung jawab seluruh dosen. Lebih dari sekadar mengajar, dosen juga dituntut untuk menghasilkan penelitian yang hasilnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan.
Penelitian yang dihasilkan para peneliti jangan sampai hanya menjadi tumpukan sampah yang hanya menjadi koleksi perpustakaan yang berdebu. Penelitian yang berdampak adalah penelitian dengan hasil dan data yang dapat digunakan kembali, diakses secara terbuka, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat atau bidang ilmu terkait.
Secara garis besar, ada beberapa langkah konkret yang perlu dilakukan untuk mewujudkan hasil penelitian yang berdampak.
Pertama, berkaitan dengan keterbukaan dan aksesibilitas. Sejauh memungkinkan, penelitian seyogianya memilih jurnal yang menerapkan akses terbuka (open access) agar hasil penelitian dapat diakses siapa saja tanpa biaya langganan. Dengan memasukkan hasil penelitian pada jurnal yang open access, niscaya akan dapat memperluas jangkauan dan potensi dampak penelitian.
Kedua, memastikan relevansi dan dampak nyata hasil penelitian. Para penelitian diharapkan tidak hanya melaksanakan penelitian dasar untuk pengembangan keilmuan semata, tetapi juga menghasilkan penelitian yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam hal ini, kolaborasi penelitian yang sifatnya multidisiplin sangat direkomendasikan.
Bekerja sama dengan peneliti dari disiplin ilmu lain atau dengan praktisi di lapangan (misalnya, pemerintah daerah, industri, atau komunitas lokal). Dengan mengembangkan kolaborasi, besar kemungkinan akan membantu memastikan pertanyaan penelitian relevan dengan tantangan dunia nyata.
Penelitian yang berdampak adalah penelitian dengan fokus pada masalah lokal atau nasional yang kontekstual. Di sini peneliti diharapkan mengarahkan penelitian untuk menyelesaikan berbagai masalah spesifik yang dihadapi komunitas di tingkat lokal. Penelitian yang relevan secara kontekstual niscaya akan cenderung lebih mungkin diadopsi dan diimplementasikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: