Monitoring dan Evaluasi RKI dan PMKI di Padang, 27 November 2025: Memastikan Penelitian dan Pengmas yang Berdampak

Monitoring dan Evaluasi RKI dan PMKI di Padang, 27 November 2025: Memastikan Penelitian dan Pengmas yang Berdampak

MUHAMMAD Turhan Yani (kiri) dan Bagong Suyanto di acara monitoring dan evaluasi RKI dan PMKI 2025 yang digelar di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, 27 November 2025.-Dok Pribadi-

Ada baiknya hasil penelitian jangan hanya dipublikasikan di jurnal ilmiah. Terjemahkan temuan utama ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat umum, pembuat kebijakan, dan media. Itu perlu dilakukan agar dampak penelitian lebih meluas. 

Agar sebuah penelitian berdampak bagi kerja birokrasi, ada baiknya jika hasil penelitian juga dijadikan dasar pembuatan policy brief. Untuk penelitian yang sifatnya terapan, ada baiknya disusun dalam bentuk ringkasan kebijakan (policy brief) yang secara eksplisit menyarankan langkah-langkah praktis bagi pembuat keputusan untuk menerapkan hasil temuan penelitian yang telah dilakukan.

Ketiga, keberlanjutan dan reproduksibilitas. Penelitian yang baik sudah barang tentu harus didukung metodologi yang kuat. Peneliti perlu memastikan agar desain penelitian yang dilaksanakan benar-benar kokoh dan metodologi dijelaskan secara terperinci sehingga peneliti lain dapat mereplikasi studi yang dihasilkan. 

Reproduksibilitas adalah kunci kredibilitas ilmiah. Sebab, pada tahap itu, akan dapat diuji apakah sebuah penelitian benar-benar menghasilkan data yang berkualitas atau tidak.

PENELITIAN BERDAMPAK

Ketika PT diharapkan tidak menjadi lembaga pendidikan yang soliter, salah satu peluang yang dapat dilakukan untuk mendekatkan PT pada masyarakat adalah melalui hasil penelitian yang berdampak. 

Penelitian yang berdampak di sini berarti PT tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan di masyarakat melalui penelitian dan pengabdian yang relevan dan terintegrasi. 

Itu merupakan evolusi dari ”kampus merdeka”, dengan fokus pada hasil nyata dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang diterapkan untuk kesejahteraan masyarakat. 

Seperti ditegaskan dalam sambutan Ketua Forum LPPM/DRPM PTNBH Prof Benny Riyanto, saat ini, ketika iklim persaingan makin ketat dan arus perubahan begitu cepat  terjadi, penelitian harus menjadi pusat solusi. 

Penelitian tidak hanya untuk menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga untuk menciptakan solusi nyata bagi masalah yang ada di masyarakat.

Penelitian yang hanya menghasilkan temuan ilmiah yang tidak berdampak bagi masyarakat, maka mereka hanya akan menjadi menara gading yang jauh dari kepentingan masyarakat. 

Memang, dengan dukungan dana yang terbatas dan kalah jauh dengan dukungan dana bagi PT di berbagai negara maju lain, sulit diharapkan penelitian yang dihasilkan di tanah air dapat menghasilkan dampak yang signifikan. 

Meski demikian, harus diakui dari tahun ke tahun dukungan dana cenderung makin meningkat dan komitmen pemerintah untuk mendukung kinerja peneliti juga kian baik.

Dengan mengembangkan kolaborasi yang sehat dan profesional, harapannya, hasil penelitian dapat berdampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah akan lebih terbuka. Semoga. (*)

*) Muhammad Turhan Yani adalah guru besar dan kepala LPPM Universitas Negeri Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: