Dalam Satu Tanah, Kita Bertumbuh: Suara tentang Indonesia di Bentara Budaya

Dalam Satu Tanah, Kita Bertumbuh: Suara tentang Indonesia di Bentara Budaya

ILUSTRASI Dalam Satu Tanah, Kita Bertumbuh: Suara tentang Indonesia di Bentara Budaya.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Alfiah secara visioner, mengevaluasi ada transformasi ratusan tahun secara afektif dan kognitif warisan lalu dan kini bertaut dalam upayanya memahami lukisan secara abstrak terkini dengan menimbang hal-hal tersebut. 

Rupanya Alfiah memahami sebuah abstraksi dari warna, bentuk, dan idiom yang tentu sebuah evolusi ”jalan panjang” dari era klasik Nusantara untuk ”tanah air seni rupa” kita hari ini.

Pada akhirnya, tahun 2025 bisa jadi berakhir segera, mengutip Walid dan Alfiah bahwa warisan lama memberi pencerah dan pemakluman dengan fenomena terkini dan kultur yang makin kompleks tak hanya dari leluhur, tetapi secara global pula menjadi diri kita hari ini.

Kesenjangan wajib dihadapi dengan ketahanan untuk terus berkarya dan memamerkan yang paling bisa kita lakukan sebagai insan seni, seperti dihelatnya ”Dalam SatuTanah, Kita Bertumbuh” di Bentara Budaya Jakarta, serta karya-karya hebat dari para seniman-seniman, yang terus saja menggedor benak kita bersama untuk terus berbuat bagi negeri. (*)

*) Bambang Asrini Widjanarko adalah Kerani seni dan penulis.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: