PLN untuk Rakyat, Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Gresik
Peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat tahap II di Gresik, Selasa 9 Desember 2025-Dok.Istimewa-
GRESIK, HARIAN DISWAY — Sebuah langkah kecil untuk membangun masa depan ratusan anak kembali dimulai di Pekuncen, Sidayu, GRESIK. Kawasan eks Bumi Perkemahan Sunan Kalijaga itu menjadi titik awal pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II.
Peletakan batu pertama dilakukan, Selasa 9 Desember 2025. Agar lancar, PLN memastikan suplai listrik selama proses pembangunan hingga sekolah resmi beroperasi.
Prosesi dimulai peletakan batu pertama dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman. Momentum sederhana itu menjadi penanda dimulainya pembangunan yang akan berlangsung mulai Desember 2025 hingga pertengahan 2026.
Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menekankan pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menambah bangunan sekolah baru. Tapi membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.
BACA JUGA:PLN Jaga Keandalan Listrik Tanpa Padam di Ponorogo dan Mojokerto

Sekolah Rakyat Tahap II dirancang menjadi lingkungan belajar terpadu-Dok.Istimewa-
“Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang mudah diakses dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Sekolah Rakyat Tahap II ini diharapkan menjadi ruang belajar yang inklusif dan nyaman bagi generasi muda,” ujar Washil.
Sekolah Rakyat Tahap II dirancang menjadi lingkungan belajar terpadu. Yakni SD, SMP, dan SMA.
Masing-masing dengan kuota awal 75 siswa. Ditambah siswa pindahan dari Sekolah Rakyat yang sudah berjalan.
Total murid diperkirakan mencapai 300 anak pada tahun ajaran 2026-2027. Mereka akan menempati bangunan yang dirancang lebih modern dan ramah anak.
BACA JUGA:Perkuat Ekowisata Wagos, PLN Salurkan ATV Listrik dan 70 Ribu Eco Paving FABA
BACA JUGA:PLN UID Jatim Salurkan Bantuan Warga Terdampak Erupsi Semeru
Kontribusi PLN dalam pembangunan ini cukup krusial. Tanpa listrik, proses pembangunan tidak berjalan, dan kegiatan belajar mengajar di kemudian hari tidak mungkin berlangsung optimal.
PLN menyediakan listrik sementara dengan daya 33 kVA selama pembangunan. Setelah sekolah berdiri, PLN memastikan suplai listrik yang lebih andal untuk seluruh fasilitas, termasuk ruang kelas, laboratorium, hingga area bermain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: