Parade Hujan dan Yura Yunita Menggalaukan Surabaya di Livin' Fest Music 2025

Parade Hujan dan Yura Yunita Menggalaukan Surabaya di Livin' Fest Music 2025

Yura Yunita menjadi penutup di Livin Fest Music 2025, Sabtu, 13 Desember 2025.-Tirtha Nirwana Sidik-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - SURABAYA dibuat galau oleh Parade Hujan, Yura Yunita, dan Coldiac. Ketiganya tampil apik di Livin Fest Music 2025, Sabtu, 13 Desember 2025. 

Concert goers beragam usia berkumpul di Grand City sejak sebelum para penampil muncul di panggung. The Marloes membuka rangkaian acara.

Band asal Surabaya yang mengusung genre indie-rock itu menghangatkan venue. Suara merdu Natassya Sianturi menggugah para pengunjung untuk berdendang.

Setelah The Marloes, giliran Parade Hujan yang membuat parkiran Grand City hanyut dalam sendu. Mohammad Istiqamah Djamad alias Is Pusakata tampil bersama Parade Hujan sambil memainkan gitar nyentriknya. 

BACA JUGA:Livin’ Fest 2025 Surabaya 11-14 Desember: Hadirkan 400 UMKM, Konser Musik, dan Promo Besar Mandiri

BACA JUGA:Konser Surabaya Satusuara Lanjutkan Marak dengan Kehadiran HiVi!


IS PUSAKATA alias Mohammad Istiqamah Djamad manggung bersama Parade Hujan di Livin Fest Music 2025, Sabtu, 13 Desember 2025.-Tirtha Nirwana Sidik-Harian Disway

Gitar bolong yang wujudnya hanya bingkai (tanpa badan gitar) dan papan harmoni itu menemani penampilan Is. Jemari Is lentur menari di leher gitar.

Ia mengenakan baju hitam berbalut jas dengan motif tenun Makassar pada bagian lengannya. Topi bundar menghiasi kepalanya. Khas gaya mangung Pusakata. 

Melodi demi melodi dibawakan oleh vokalis 41 tahun itu. Lagu-lagu melankolis pun mengudara. Mulai dari Akad, Di Atas Meja, ResahKucari Kamu, satu per satu dimainkan dengan rapi. Is menjadi pandeganya. 

Saat lagu Akad dilantunkan, pengunjung larut dalam buaian lagu. Ada yang menganggukkan kepala. Ada yang pelan-pelan bergoyang ke kanan dan kiri. Semuanya seperti dibius oleh musik Parade Hujan. 

BACA JUGA:Konser Album Feast MnM di Surabaya Pecah, Sarat Kritik Politik!

BACA JUGA:Lagu Favorit Hindia di Album Feast Membangun dan Menghancurkan, Berkisah Tentang Ibu

Aksi Parade Hujan diakhiri dengan lagu Menuju Senja. Lagu yang temponya sedikit lebih cepat. Nge-beat. Tapi, tak menghilangkan identitas Parade Hujan yang dikenal dengan lirik puitis dan irama santai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: