Tragedi Pemakzulan di PBNU saat Ini! Ketegangan Elite yang Merusak Marwah Organisasi Islam Terbesar

Tragedi Pemakzulan di PBNU saat Ini! Ketegangan Elite yang Merusak Marwah Organisasi Islam Terbesar

ILUSTRASI PBNU Gonjang-ganjing, Dekatkanlah Yang Jauh.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

NAHDLATUL ULAMA (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, dengan sejarah yang kaya dan peran penting dalam membangun bangsa, seharusnya menjadi contoh kebersamaan dan islah. 

Namun, belakangan ini tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terjebak dalam polemik pemakzulan yang menjadi tragedi tak elok dan memalukan. 

Konflik yang berkembang di antara elite organisasi tidak hanya merusak soliditas internal, tetapi juga mengganggu citra NU sebagai perekat umat. 

BACA JUGA:Forum Kiai NU Jawa Desak MLB, Siap-Siap Bikin PBNU Tandingan

BACA JUGA:Mohammad Nuh Resmi Jadi Katib Aam, PBNU Bantah Isu Konsesi Tambang Picu Konflik

Ini adalah momen yang memprihatinkan, di mana nilai-nilai ukhuwah dan khittah NU seolah tergeser oleh perebutan kekuasaan dan perbedaan pandangan yang tak teratasi.

LATAR BELAKANG TRAGEDI PEMAKZULAN DI PBNU

Polemik pemakzulan mulai mencuat ketika beredar risalah rapat harian Syuriyah PBNU yang memuat keputusan menghentikan masa jabatan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). 

Berdasar risalah tersebut, pihak syuriyah menilai ada pelanggaran. Antara lain, dugaan maladministrasi keuangan dan pengambilan keputusan penting tanpa prosedur AD/ART yang sah. 

BACA JUGA:Pleno Tandingan Menguap, Dualisme PBNU Makin Menguat

BACA JUGA:PBNU Kubu Gus Yahya Juga Gelar Rapat Pleno, Tekankan untuk Patuhi Aturan Organisasi

Sebagai respons, Gus Yahya dan kubunya menyatakan bahwa pemakzulan tersebut tidak sah secara hukum. Sebab, keputusan itu diambil tanpa memberikan ruang klarifikasi.

Kondisi itu memicu gejolak struktural yang luas: rotasi pengurus struktural PBNU, tarik ulur kewenangan antara syuriyah dan tanfidziyah serta kebingungan di kalangan pengurus daerah. 

Bahkan, perbedaan itu menarik perhatian pemerintah, yang mendorong agar masalah segera mereda demi menjaga stabilitas organisasi Islam terbesar di negeri ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: