RAMpocalypse, Krisis RAM Gara-Gara AI Bakal Panjang dan Berlarut, Konsumen Diminta Bersiap

RAMpocalypse, Krisis RAM Gara-Gara AI Bakal Panjang dan Berlarut, Konsumen Diminta Bersiap

Kebutuhan chip memori untuk AI semakin masif, para analis memperkirakan krisis global yang berimbas pada kenaikan harga produk teknologi. --notebook check

CEO Micron, Sanjay Mehrotra, menyatakan optimisme terhadap pasar memori ke depan. Ia menilai pasokan industri secara agregat akan tetap berada jauh di bawah permintaan dalam waktu yang dapat diperkirakan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tekanan pada harga chip belum akan mereda.

Namun, pergeseran fokus produsen chip ke segmen AI berdampak langsung pada sektor lain. Analis menyebut, semakin banyak lini produksi dialihkan untuk memenuhi permintaan memori berkinerja tinggi bagi AI.

Sehingga semakin sedikit chip yang tersedia untuk komputer pribadi, ponsel, konsol game, dan perangkat elektronik konsumen seperti televisi.

Kenaikan biaya ini mulai diakui oleh para produsen perangkat. Chief Operating Officer Dell Technologies, Jeff Clarke, dalam paparan kinerja pada 25 November lalu.

BACA JUGA:Titik Hijau dan Oranye di iPhone, Sinyal Kecil Penjaga Privasi Pengguna

BACA JUGA:ITSprovement Jadi Ajang Inovasi Tendik ITS Rancang Teknologi Serbaguna di Kampus

Ia mengakui bahwa kenaikan harga komponen akan sulit ditahan agar tidak dibebankan kepada konsumen. "Saya tidak melihat bagaimana ini tidak akan sampai ke pelanggan," ujarnya.

Para analis sepakat bahwa tidak ada solusi jangka pendek untuk krisis ini. Wu menyebut industri chip memori menghadapi bottleneck serius.

Hingga akhir 2026, produsen diperkirakan sudah memaksimalkan kapasitas pabrik yang ada saat ini.

Pabrik baru memang sedang dibangun, salah satunya fasilitas Micron di Idaho, namun proyek tersebut baru diperkirakan mulai beroperasi pada 2027.

Artinya, dalam dua tahun ke depan, pasar harus berhadapan dengan pasokan terbatas dan permintaan yang terus meningkat.

Wu menutup dengan peringatan sederhana namun tegas: konsumen perlu bersiap menghadapi harga perangkat teknologi yang semakin mahal. Selama ledakan AI belum melambat dan kapasitas produksi belum bertambah signifikan, kenaikan harga chip memori dan berbagai produk yang menggunakannya akan terus berlanjut. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: