Interogasi Suami di Trenggalek Usai Dugaan KDRT Berujung Kematian Istri Siri
Ilusi- kasus KDRT berujung kematian istri siri --disway id
TRENGGALEK, HARIAN DISWAY- Aparat Kepolisian di TRENGGALEK tengah melakukan penyelidikan intensif terhadap pria berinisial AW, 31, warga desa Karanganyar, Kecamatan Pule, yang diduga terlibat dalam kasus KDRT terhadap istri sirinya ED, 33 yang berujung pada kematian korban.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah sebuah video aksi terhadap korban beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, pelaku melakukan pemukulan terhadap korban di pinggir jalan.
Kepala Humas Kepolisian Trenggalek, AKP Katiq, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan interogasi terhadap AW. Hingga saat ini, status AW masih sebagai saksi, sementara polisi terus mengumpulkkan bukti serta keterangan dari sejumlahh saksi lain.
"Seorang pria yang sebelumnya mendampingi jenazah korban di rumah sakit telah kami amankan. Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa, mulai dari dugaan penganiayaan hingga kematian korban," ujar AKP Katiq.
BACA JUGA:Ajak Masyarakat Rawat Alam, Pemkab Trenggalek Rilis Hasil Inventarisasi Biodiversitas
BACA JUGA:Siap Siaga Bencana, DPRD Trenggalek Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur pada 2026
Berdasarkan hasil sementara, peristiwa bermula dari pertengkaran antara korban dan pelaku . Korban diketahui berencana kembali ke kampung halamannya di Musi Banyuasin karena merasa tidak aman.
Namun, belum sempat pergi, korban diduga mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan menggunakan tangan kosong dan potongan kayu. Setelah kejadian tersebut, kondisi hubungan keduanya semakin memburuk.
Pada Kamis pagi, korban diduga mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum herbisida. Korban sempat mendapatkan perawataan di Puskesmas Pule sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soedomo.
Petugas humas rumah sakit, Sudiono mengungkap bahwa korban mengalami keracunan herbisida yang disertai gagal ginjal saat tiba di rumah sakit. "Kami menangani ppasien sejak pukul 05.00 WIB hingga 15.00 WIB. Kondisinya cukup parah," ujar Sudiono.
BACA JUGA:Tim SAR Gabungan Temukan Lima Korban Longsor di Trenggalek
BACA JUGA:Pelaku Curas Pelajar Trenggalek Dibekuk Polisi di Jakarta, Motor dan HP Korban Kembali
Meski telah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Untuk memastikan penyebab kematian, tim forensik telah melakukan proses autopsi terhadap jenazah korban.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa hasil autopsi akan menjadi dasar openting dalam menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan peningkatan status kasus dari penyelidikan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: